Melalui pelatihan ini, para guru juga juga lebih terbuka untuk berinteraksi dengan wali murid melalui program komite. Di sini orang tua mendapat tips dari para guru untuk mendampingi proses belajar anak mereka secara intensif.
“Pelatihan dan pembinaan yang kami dapatkan di sekolah selama dua tahun terakhir memberikan imbas yang lebih besar dari yang saya bayangkan. Kami mempelajari banyak hal terkait pengelolaan sekolah yang lebih tertib dan mempersiapkan akreditasi," terang Deny.
"Dari segi tenaga pendidik, jumlah guru yang berminat untuk mengajar di Ketapang bertambah, sehingga saya makin semangat untuk berbagi ilmu ke ruang lingkup yang lebih luas lagi dengan berbagai strategi pembelajaran yang telah kami pelajari," lanjutnya.
"Untuk ke depannya, saya ingin mengaktifkan kembali kelompok kerja guru daerah (KKGD) di gugus empat yang salah satu fasilitatornya ada di SD Perdana Ketapang,” tambahnya.
Keberhasilan Kris dan Deny dalam membangun manajemen sekolah yang lebih baik untuk SD Perdana Sukamara dan SD Perdana Ketapang mulai dirasakan setelah mereka mengikuti Lighthouse School Program.
Program sekolah mercusuar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sekolah secara holistik dan intensif yang bertujuan mewujudkan sistem manajemen sekolah yang akuntabel.
LSP merupakan kolaborasi antara Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui inisiatif School Development Outreach (SDO) bersama PT Sampoerna Agro Tbk melalui Yayasan Perdana Cemerlang.
Selama dua tahun, SD Perdana Sukamara dan SD Perdana Ketapang tidak hanya menerima pelatihan secara intensif dalam program Lighthouse School Program, tetapi juga pembinaan yang menyeluruh baik kepada guru-guru, manajemen sekolah, siswa, serta orang tua.
Mulai dari pembangunan dan pengelolaan perpustakaan di sekolah, leadership camp bagi para siswa, seminar berkala bagi orang tua, serta pelatihan PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif, menyenangkan), pembelajaran berdiferensiasi, ragam media pembelajaran, literasi dan numerasi bagi para guru yang berlandaskan Kurikulum Merdeka.
Program ini telah memberikan imbas kepada 20 guru dan 399 siswa di Sukamara dan Ketapang, dan akan terus berkembang dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masing-masing daerah.
Selain di Sukamara dan Ketapang, Lighthouse School Program masih berlangsung di Tompobulu, Sulawesi Selatan dan Baubau, Sulawesi Tenggara, dan telah menjangkau 17 sekolah, lebih dari 400 guru, 6.700 siswa, 3.100 manajemen sekolah, dan 2.800 orang tua.
Selama lebih dari dua dekade, PSF terus mengukuhkan komitmen untuk mendukung kualitas pendidikan Indonesia melalui berbagai programnya.
Hingga saat ini, program-program PSF-SDO terus berjalan secara paralel, yaitu Teachers Learning Center (TLC) di Kabupaten Musi Banyuasin, Gowa, Kudus, Karawang, Sulawesi Tenggara, Bojonegoro, Tuban, Manado, Kubu Raya, Pasuruan dan Lumajang; Ekosistem Pendidik Profesional (EPP) di Samarinda, Kalimantan Timur; serta Program Sekolah Berasrama di Kediri, Jawa Timur.
Terselenggaranya seluruh program PSF-SDO merupakan hasil dari kerja sama yang dijalin dengan para mitra, baik dari lembaga pemerintahan maupun swasta. ***