MEDIA24.ID, JAKARTA – Penghapusan jurusan Bahasa, IPA, dan IPS di Sekolah Menengah Atas (SMA) bisa mendorong personalized learning sebagai bentuk pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Peneliti Muda Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Sharfina Indrayadi mengatakan salah satu tujuan utama kurikulum merdeka adalah menghilangkan sekat-sekat minat siswa hingga kemudian mereka bisa belajar sesuai dengan minat dan bakatnya.
“Penghapusan jurusan ini sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka pemerintah,” ujar dia dalam siaran pers, Selasa (13/8).
Menurut dia personalisasi pembelajaran atau personalized learning mengutamakan fleksibilitas dalam merancang rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi, minat, dan bakat siswa.
Baca Juga: Ashanty Lulus Ujian Kualifikasi S3 di UNAIR, Siap Lanjutkan Perjalanan Menuju Gelar Doktor
Merdeka Belajar Episode 1 juga membawa prinsip personalized learning salah satunya mengembalikan ujian akhir ke sekolah.
Dengan demikian, sekolah memiliki keleluasaan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan siswa, mulai dari pemilihan materi hingga metode pengajaran.
Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa ini penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dibandingkan dengan memaksa mereka mempelajari semua hal dalam waktu yang terbatas.
Independensi siswa dalam memilih jurusan juga menambah kewajiban guru dan orang tua, ujar Sharfina.
“Mereka tidak cukup hanya mengarahkan, tetapi juga perlu memantau untuk memastikan siswa sudah memilih jurusan atau kurikulum yang sesuai,” ujar dia.
Baca Juga: Kak Seto: Perlindungan Anak di Sekolah Harus Diperketat untuk Cegah Perundungan
Menurut pemerintah penghapusan jurusan ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang sudah diterapkan secara bertahap sejak 2021.
Alasannya adalah agar para siswa fokus mempelajari mata pelajaran yang sesuai dengan minat serta referensi studi lanjutan dan kariernya.
Penghapusan pembagian jurusan di SMA ini juga dilakukan untuk menghilangkan keistimewaan jurusan IPA dalam pemilihan program studi di perguruan tinggi.
Artikel Terkait
Apresiasi KPN 2024, Menag: Kita Siapkan Kader Penceramah dengan Gagasan Kebangsaan dan Kebhinekaan
UIN Jakarta Gelar ICEMS 2024, Fokus pada Multikulturalisme dan Literasi dalam Pendidikan
Fisika FMIPA UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN, Lulusan Punya Kompetensi Global
Ashanty Lulus Ujian Kualifikasi S3 di UNAIR, Siap Lanjutkan Perjalanan Menuju Gelar Doktor