"Berarti ini masalahnya birokrasi, pemerintahan dan orang-orangnya. Justru pemimpin yang bermasalah. Masalahnya adalah pemimpin yang tidak memiliki komitmen," lanjutnya.
Atas dasar itulah, dirinya memutuskan untuk maju sebagai calon Bupati Kabupaten Mimika pada Pilkada Serentak 2024 yang akan datang.
Dia menerangkan, sebagai putra asli Papua yang lahir dari suku Moni dan bekerja lama di PT Freeport Indonesia, dirinya ingin memastikan terjadi perubahan di Kabupaten Mimika.
"Itulah alasan saya untuk jadi Bupati. Karena berapapun bantuan yang saya berikan lewat Yayasan dan perusahaan saya, tidak cukup menolong orang Papua," tukasnya.
Menurutnya untuk bisa menolong masyarakat Papua khususnya di Kabupaten Mimika, harus lewat instrumen negara dan anggaran negara.
"Harus pakai kekuasaan negara. Harus pakai cara-cara negara. Dan harus lewat politik," lanjutnya.
Dirinya ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat seperti rumah, pendidikan, kesehatan, air bersih dan pangan bisa dijamin oleh pemerintah daerah.
"Saya anak muda. Saya orang Papua. Saya punya motivasi pertama ingin merubah kondisi ini. Saya tidak mau lagi, di zaman seperti ini, orang (Mimika) hidup dibawah garis kemiskinan," tuturnya.
"Saya bercita-cita besar menjadi Bupati Mimika. Saya ingin berantas kemiskinan absolut. Begitu juga di pendidikan dan kesehatan serta gizi buruk," janjinya.
Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Timika tersebut saat ini diketahui akan berpasangan dengan Hj. Peggi Patricia Pattipi.
Baca Juga: Penghapusan Jurusan di SMA Positif karena Dorong Personalized Learning
Pasangan Maximus Tipagau - Peggi Patricia Pattipi sudah mendapatkan dukungan dari Partai Perindo, PKB dan Partai Nasdem.***
Artikel Terkait
Peresmian Patung Ksatria dan Touring Vespa, Danpuspomal: Citra yang Baik dan Positif
Day6 Umumkan Jadwal Tur Dunia, Akan Hadir di 3 Kota di Indonesia
Biodata Lengkap Anggota Band Day6 yang Akan Gelar Konser di Indonesia
Ashanty Lulus Ujian Kualifikasi S3 di UNAIR, Siap Lanjutkan Perjalanan Menuju Gelar Doktor
Penghapusan Jurusan di SMA Positif karena Dorong Personalized Learning