MEDIA24.ID, JAKARTA-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DKI Jakarta menargetkan sebanyak 700 orang di Jakarta dihapus tatonya melalui "Layanan Hapus Tato Ramadhan" tahun 2025. Target ini bertambah 100 orang dibandingkan target tahun lalu.
"Di tahun ini ditargetkan untuk mencapai 700 orang. Itu terdiri dari 6 lokasi termasuk di sini Balaikota, wilayah Jakarta Pusat, Utara, Selatan, Timur, dan Barat," kata ujar Ketua Baznas-Bazis Provinsi DKI Jakarta, Akhmad Abu Bakar saat ditemui di Balaikota Jakarta, Senin.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Baznas DKI kembali bekerjasama dengan tim dokter dari Islam Medical Service (IMS) Center dalam kegiatan tersebut. Tim menggunakan teknologi laser dalam kegiatan pembersihan tato.
Baca Juga: Kasus Korupsi LPEI Pakai Kode Uang Zakat, Baznas: Sangat Tidak Pantas
Kemudian, walau ditujukan untuk warga DKI Jakarta yang ingin hijrah secara menyeluruh, namun warga ber-KTP non-DKI juga dapat mengikuti program tersebut.
"Memang kami fokus pada warga DKI, tetapi bila warga di luar DKI sudah datang ke sini menghadap petugas, ingin hapus tatonya, kami terima. Jadi memang itu konsepnya," ujar Abu.
Adapun bagi mereka yang non-Muslim, juga diperbolehkan mengikuti layanan yang selama Ramadhan mulai diadakan hari ini hingga 21 Maret 2025 itu.
"Tidak masalah (kalau non-Muslim). Intinya kami punya tujuan bagaimana mereka berhijrah, kembali kepada hal yang semula, artinya murni," kata dia.
Abu mengatakan tahun ini menandai tahun keenam Layanan Hapus Tato Ramadhan oleh Baznas-Bazis DKI Jakarta. Selain menjadi upaya membantu masyarakat yang ingin memperbaiki diri secara menyeluruh, layanan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan tentang tato dan cara menghapusnya.
"Dan mudah-mudahan dengan kembali ke semula itu mereka sadar dan tahu fungsi dan perannya sebagai seorang warga pada umumnya dan Muslim pada khususnya sehingga mereka bisa shalat, bisa diterima oleh masyarakat umum," ujar Abu.
Merujuk data, jumlah penerima manfaat kegiatan tersebut bervariasi namun rata-rata bertambah setiap tahun. Pada tahun 2023, misalnya, jumlah penerima manfaat layanan mencapai 385 orang, lalu 2024 jumlah menjadi 484 orang.
Adapun sejumlah syarat mengikuti program tersebut, yakni memiliki tato yang ingin dihapus dengan alasan hijrah atau perubahan hidup ke arah yang lebih baik.
Lalu, tidak sedang dalam kondisi medis yang menghambat proses penghapusan tato (misalnya, penyakit kulit kronis, diabetes yang tidak terkontrol, atau gangguan pembekuan darah).
Artikel Terkait
BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Evakuasi Korban Banjir di Jakarta dan Bekasi