Baca Juga: Idul Adha Berbeda dengan Arab Saudi, MUI : Tak Akan Menggangu Ibadah
Akibat Serangan
Setelah tragedi berdarah tersebut, ibadah haji ditiadakan selama delapan tahun berturut-turut karena ketakutan dan trauma yang mendalam.
Hajar Aswad yang dicuri dibawa ke Masjid al-Dirar di ibu kota baru negara Qarmatian, al-Hasa, di Bahrain. Abu Tahir berniat mengubah masjid tersebut menjadi Tanah Suci yang baru dan mengarahkan orang-orang untuk berhaji di sana.
Kembalinya Hajar Aswad ke Makkah
Setelah 22 tahun berada di al-Hasa, Hajar Aswad akhirnya dikembalikan ke Makkah setelah kekhalifahan Abbasiyah membayar sejumlah besar uang tebusan.
Baca Juga: Terungkap! Identitas Penggiat Sosial Wanita yang Ditangkap Polisi Arab karena Jual Paket Haji Ilegal
Namun, batu tersebut kembali dalam kondisi retak, terpecah menjadi tujuh bagian.
Untuk menjaga keutuhannya, penjaga Ka'bah membingkai Hajar Aswad dengan perak, seperti yang dapat dilihat hingga saat ini.
Artikel Terkait
Keutamaan dan Tata Cara Niat Puasa Dzulhijjah, Memahami Kebaikan di Bulan Istimewa
Tiga Golongan Musuh Allah pada Hari Kiamat
Doa Setelah Membaca Surat Al Waqiah, Menggapai Keberkahan dan Kemudahan Rezeki