MEDIA24.ID - Nabi Muhammad SAW memiliki hubungan yang erat dengan seluruh Nabi yang diutus sebelumnya.
Dari Nabi Adam hingga Nabi Isa, setiap utusan Allah membawa pesan yang sama: ajakan untuk berserah diri kepada Keesaan Tuhan.
Nabi Muhammad SAW adalah mata rantai terakhir dalam rangkaian panjang para nabi yang diberkahi.
Alquran secara jelas menegaskan bahwa pesan Nabi Muhammad SAW bukanlah sesuatu yang baru bagi umat manusia. Dalam QS Al-Ahqaf [46]:9, Allah SWT berfirman:
قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِّنَ الرُّسُلِ وَمَآ اَدْرِيْ مَا يُفْعَلُ بِيْ وَلَا بِكُمْۗ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ وَمَآ اَنَا۠ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
Baca Juga: 5 Tips Mengajarkan Anak Selalu Mengingat Allah dan Terhindar dari Kehidupan Duniawi
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara para rasul dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat (Allah) kepadaku dan kepadamu.
Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.'” (QS Al-Ahqaf [46]:9)
Imam Ar-Razi menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW, seperti halnya para Nabi sebelum beliau, adalah manusia yang membawa pesan Tuhan yang sama, yakni penyerahan diri kepada Allah.
Dalam Alquran, ini dirangkum dalam kata "Islam" yang berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.
Baca Juga: Timnas Indonesia Gelar Latihan Perdana di Qingdao Jelang Duel Krusial Lawan China
Allah juga berfirman dalam QS Ali Imran [3]:19:
اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ
Artinya: "Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam."
Artikel Terkait
Aurel Hermansyah Dapat Kritik Netizen Soal Hijab Menerawang Saat Hadiri Acara Mewah
Timnas Indonesia Gelar Latihan Perdana di Qingdao Jelang Duel Krusial Lawan China
5 Tips Mengajarkan Anak Selalu Mengingat Allah dan Terhindar dari Kehidupan Duniawi