MEDIA24.ID - Ilmu adalah cahaya yang seharusnya menerangi jalan hidup kita, bukan sekadar penghias dalam percakapan. Nasehat Qilabah kepada Ayyub As-Sakhtiyani mengingatkan kita:
"Apabila kamu mendapat ilmu, maka timbulkanlah ibadah padanya. Jangan sampai keinginanmu hanya untuk menyampaikan kepada manusia."
(Al-Adab Asy-Syar’iyyah 2/45)
Pesan ini mengajarkan bahwa tujuan ilmu bukan hanya untuk dikabarkan kepada orang lain, tetapi lebih penting lagi untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Makar dalam Alquran: Bukti Kuasa Allah atas Rencana Manusia
Di zaman media sosial seperti sekarang, banyak dari kita berlomba-lomba membagikan ilmu melalui berbagai platform.
Baik itu lewat unggahan di Instagram, status WhatsApp, atau kiriman di grup chat, sering kali tujuan berbagi ilmu bergeser menjadi ajang pencarian validasi.
Tak jarang kita merasa senang saat postingan mendapat banyak komentar dan "like," namun merasa kecewa ketika tak ada tanggapan. Rasa ujub (bangga diri) pun bisa muncul tanpa disadari.
Padahal, tujuan ilmu sejati bukanlah pengakuan dari manusia, melainkan meningkatkan rasa takut kepada Allah dan keikhlasan dalam beribadah.
Baca Juga: Donald Trump Ancam Gaza, Kebakaran Hebat di Los Angeles: Bukti Kekuasaan Allah?
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc., mengingatkan bahwa ilmu seharusnya memiliki tujuan yang lebih tinggi
Menambah Ketakwaan kepada Allah
Ilmu yang bermanfaat akan membuat hati lebih dekat kepada Allah dan menjadikan seseorang lebih tunduk kepada-Nya.
Memperbaiki Keikhlasan
Artikel Terkait
Kepala BPJPH Gandeng Ulama dan Tokoh Perkuat Edukasi untuk Optimalkan Potensi Ekonomi Halal
Donald Trump Ancam Gaza, Kebakaran Hebat di Los Angeles: Bukti Kekuasaan Allah?
Makar dalam Alquran: Bukti Kuasa Allah atas Rencana Manusia