dunia-islam

Panduan Mengganti Utang Puasa Ramadhan: Kewajiban, Tata Cara, dan Bacaan Niat

Selasa, 16 Juli 2024 | 07:37 WIB
Puasa Ramadan (foto: dok)

 

 

MEDIA24.ID - Mengganti utang puasa Ramadhan adalah suatu kewajiban bagi umat muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan dengan uzur tertentu. Perintah untuk melaksanakan puasa qadha telah dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 184. Allah SWT berfirman:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ١٨٤

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS Al-Baqarah: 184)

Baca Juga: Kepala LAN: Kemenag Tampil Sebagai Role Model Transformasi Digital

Orang yang Wajib Qadha Puasa Ramadhan

Mengutip buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari dari Kandungan Hingga Kematian oleh Muh Hambali, berikut adalah beberapa kelompok yang wajib menunaikan puasa qadha Ramadhan:

  1. Orang yang sakit: Jika sakitnya membuat ia tidak mampu berpuasa.
  2. Wanita yang sedang haid atau nifas: Karena keduanya dilarang berpuasa.
  3. Musafir: Orang yang sedang dalam perjalanan jauh.
  4. Orang yang muntah-muntah: Jika muntahnya disengaja.
  5. Orang yang makan dan minum dengan sengaja: Karena telah membatalkan puasanya.

Cara Mengqadha Puasa

Berdasarkan buku Ringkasan Fikih Sunnah oleh Sayyid Sabiq, mengqadha puasa Ramadhan tidak harus dilakukan secara sekaligus. Puasa qadha adalah kewajiban yang bersifat muwassa' atau dapat dilakukan kapan saja, asal tidak ditunda hingga Ramadhan berikutnya.

Apabila seseorang menunda puasa qadha hingga datang bulan Ramadhan lagi, ia harus menunaikan puasa Ramadhan terlebih dahulu. Setelah itu, ia baru mengganti puasa yang telah ditinggalkan pada bulan berikutnya (setelah Ramadhan). Selain itu, ia diwajibkan membayar fidyah sejumlah hari yang ditinggalkan. Besaran fidyah per hari adalah satu mud makanan.

Baca Juga: Rukun Menikah dalam Islam, Wajib Dipenuhi agar Bisa Sah!

Bacaan Niat Puasa Qadha

Berikut adalah bacaan niat puasa qadha dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:

Niat dalam Bahasa Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Niat dalam Bahasa Latin:

Nawaitu shauma ghadin 'an qadaa'i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta'aalaa.

Artinya:

"Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala."

Halaman:

Tags

Terkini

Niat Puasa Syawal 6 Hari, Simak Apa Keutamaannya

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:15 WIB