Asri juga mengatakan, pengajuan KUR dan Kredit Usaha Mikro (Kumpedes) di wilayah kerjanya sangat mudah dan cepat. Syaratnya, pelaku usaha harus memiliki bidang usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan untuk KUR dan 1 tahun untuk Kumpedes, serta memiliki identitas seperti KTP, NPWP, dan keterangan usaha.
Proses pencairannya pun hanya membutuhkan waktu 1 hari setelah melalui survey dari tim marketing BRI. "Pengajuan KUR dan Kumpedes sangat mudah asalkan memenuhi syarat. Prosesnya cepat, dan pencairannya hanya 1 hari," ujar Asri.
Asri menjelaskan bahwa BRI memilih untuk memberdayakan UMKM di wilayah Rawamangun, Tanjung Priok, Kalimalang, dan Otista karena potensi ekonominya yang tinggi. Wilayah-wilayah ini merupakan kawasan perkotaan dan perkantoran yang ramai aktivitas, terutama di sektor kuliner.
"Kami memilih wilayah ini karena perputaran usahanya lancar, terutama di sektor kuliner yang ramai dari pagi hingga malam. Tidak hanya masyarakat internal, tetapi juga pengunjung dari luar wilayah yang memanfaatkan kuliner di sini," jelasnya.
Dalam wilayah supervisinya, Asri mengungkapkan bahwa BRI telah membina puluhan ribu UMKM dengan beragam jenis usaha, mulai dari pertanian, kuliner, perdagangan, hingga perikanan.
Beberapa sentra UMKM unggulan di wilayahnya antara lain Sentra Kerang di Tanjung Priok, Sentra Ikan Asin, Sentra Batu Cincin, Perhiasan, dan Permata di Otista, Jatinegara, serta Sentra Ikan Hias.
"Total UMKM yang kami bina mencapai puluhan ribu nasabah. Semuanya adalah pelaku UMKM dengan beragam jenis usaha, mulai dari pertanian, kuliner, hingga perdagangan," kata Asri.
BRI tidak hanya memberikan kemudahan akses permodalan melalui KUR dan Kumpedes, tetapi juga memberikan edukasi dan layanan perbankan digital seperti BRImo dan QRIS. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi bagi para pelaku UMKM.
"Dengan layanan digital, transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan aman. Ini sangat membantu para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya," tambahnya.
Melalui berbagai program dan layanan ini, BRI terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta, sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional.
Dia juga mengatakan, BRI tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga melakukan pendampingan dan pembinaan intensif kepada para pelaku UMKM agar dapat naik kelas.
Salah satu bentuk pendampingan yang dilakukan adalah dengan mengedukasi nasabah tentang transaksi digital dan menghubungkan mereka dengan jaringan supplier serta peluang bisnis yang lebih luas.
"Kami mendampingi dan mengedukasi para nasabah tanpa lelah. Misalnya, awalnya mereka hanya mengenal transaksi manual dan tunai. Kami ajarkan mereka bertransaksi menggunakan BRImo dan internet banking," ujar Asri.
BRI tidak hanya fokus pada pemberian kredit, tetapi juga membantu UMKM dalam mengembangkan jaringan bisnis. Misalnya, BRI menghubungkan pelaku UMKM dengan supplier yang relevan, seperti supplier ikan asin untuk pedagang di sektor tersebut.
Selain itu, BRI juga aktif mengajak UMKM untuk berpartisipasi dalam pameran-pameran UMKM sebagai sarana promosi dan perluasan jaringan.