QRIS BRI Jadi Titik Balik Meroketnya Penjualan Toko Wati di Pasar Minggu hingga Beromset Rp25 Juta per Bulan

Photo Author
Moh Purwadi, Media 24
- Rabu, 30 April 2025 | 23:09 WIB
Toko Tas dan Sepatu milik Wati (49) dan Mulyono (53) di Jalan Raya Ragunan No.3, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Foto/Media24/Moh Purwadi)
Toko Tas dan Sepatu milik Wati (49) dan Mulyono (53) di Jalan Raya Ragunan No.3, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Foto/Media24/Moh Purwadi)

MEDIA24.ID, JAKARTA - Di tengah gempuran bisnis e-commerce, Wati (49) dan Mulyono (53) membuktikan bahwa UMKM tradisional tetap bisa bersaing dengan mengadopsi inovasi digital.

Pasangan suami-istri asal Magelang, Jawa Tengah, ini sukses meningkatkan omzet Toko Tas dan Sepatu mereka di Jalan Raya Ragunan No.3, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, hingga Rp20-25 juta per bulan setelah mengimplementasikan QRIS BRI.

Fasilitas pembayaran digital ini tidak hanya memangkas biaya operasional, tetapi juga menarik segmen generasi muda yang melek teknologi.

Baca Juga: Transformasi UMKM yang Menginspirasi, Toko Buku Junaidah Melesat di Era Digital Berkat QRIS BRI

Berdiri sejak 2010, toko milik Wati dan Mulyono awalnya hanya menjual perlengkapan sekolah sederhana. Lokasinya yang strategis—dilewati ratusan karyawan, mahasiswa, pelajar, dan warga sekitar—membuat bisnis ini bertahan.

Namun, perubahan perilaku konsumen yang mengarah ke transaksi non-tunai mendorong mereka untuk beradaptasi. “Dulu, kasir sibuk menghitung kembalian. Sekarang, cukup scan dan selesai,” ujar Wati saat ditemui Media24.id di kiosnya, Selasa (22/4/2025).

Keputusan mengadopsi QRIS BRI pada awal 2024 menjadi titik balik. Dalam tiga bulan, transaksi non-tunai melesat 40%, disumbang oleh kemudahan pembayaran lintas platform seperti GoPay, OVO, Dana, dan bank lainnya, serta efisiensi waktu.

Baca Juga: Berkat QRIS BRI, Toko Buku Legendaris di Pasar Minggu Catat Lonjakan Penjualan hingga 40 Persen

“Pembeli tak perlu khawatir batal belanja hanya karena membawa aplikasi tertentu,” tegas ibu 3 anak tersebut.

Fitur ini terutama disukai generasi milenial dan Gen Z yang mengutamakan kepraktisan. “Mereka merasa aman tanpa harus membawa uang tunai,” tambahnya. Loyalitas pelanggan pun meningkat berkat proses transaksi cepat, meminimalkan antrean di jam sibuk.

Keyakinan Wati pada BRI bukan tanpa alasan. Sebagai bank pertama yang mengenalkan QRIS, BRI memberikan pelatihan intensif kepada staf toko, dukungan teknis responsif, dan biaya transaksi (fee) yang kompetitif.

“Logo QRIS sengaja kami pajang di kasir sebagai strategi menarik minat pembeli,” ungkapnya.

Meski merasakan dampak positif, Wati mengakui kendala seperti gangguan jaringan internet. Namun, ia optimis: “Digitalisasi bukan tren, tapi kebutuhan.” Kedepan, ia berencana mengintegrasikan pembayaran digital dengan program loyalitas member dan promo diskon berbasis QR.

Keberhasilan Wati dan Mulyono membuktikan bahwa adaptasi teknologi bisa menjadi senjata ampuh UMKM bertahan di era digital.

Halaman:

Editor: Moh Purwadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X