ekbis

IBC Dorong Penguatan Kolaborasi Bisnis dan Perdagangan di Asia Afrika

Kamis, 24 April 2025 | 13:35 WIB
Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid dalam dialog bersama perwakilan negara-negara Asia dan Afrika dalam peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika Bandung.

MEDIA24.ID, JAKARTA - Indonesian Business Council (IBC) mendorong penguatan kerjasama bisnis antara negara-negara di wilayah Asia dan Afrika.

Penguatan kerjasama dilakukan sebagai langkah strategis menghadapi dampak ketegangan perdagangan global.

Dengan potensi perekonomian yang sangat besar dari sisi kontribusi GDP dan laju pertumbuhan, kerjasama yang solid akan mengimbangi ketidakpastian global.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid dalam dialog bersama perwakilan negara-negara Asia dan Afrika dalam peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika Bandung.

“Indonesia harus aktif merespon tantangan perdagangan internasional melalui diversifikasi kemitraan ekonomi. Asia dan Afrika bukan hanya pasar baru, melainkan mitra strategis dengan kedekatan sejarah, ideologi dan tujuan yang selaras dengan Indonesia, ” kata Arsjad.

Ia juga menggarisbawahi peran Afrika sebagai mitra strategis bagi Indonesia.

Kawasan Afrika memiliki prospek yang besar dalam hal bonus demografi serta potensi energi terbarukan yang besar. Sedangkan Asia telah lebih dulu mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat melalui perdagangan dan industrialisasi.

IBC meminta agar pemerintah negara-negara di Asia dan Afrika menguatkan komitmen untuk membangun tatanan dunia yang stabil, adil, dan damai sehingga perekonomian dunia dapat tumbuh dan berkembang dalam iklim kompetisi yang sehat.

Dialog dan Makan Malam dengan 60 Duta Besar

Peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika Bandung digelar dengan dialog dan jamuan makan malam untuk merefleksikan warisan Konferensi Asia-Afrika 1955 dan relevansinya di tengah perubahan tatanan global saat ini.

Acara ini dihadiri oleh 60 duta besar dan perwakilan negara negara Asia dan Afrika serta para pemimpin bisnis Asia dan Afrika.

Pada acara ini, IBC mempertemukan para pemangku kepentingan dengan pelaku bisnis untuk menjajaki peluang kerjasama di berbagai sektor.

Pelaku bisnis Indonesia menunjukkan minat dan keinginan untuk melakukan ekspansi bisnis tidak hanya di pasar Asia, tapi juga di Afrika. Karena itu IBC mengambil langkah konkret yang sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperluas mitra dagang dan investasi.

IBC mengharapkan niatan ini akan mendapatkan dukungan dari pemerintah. “Saat ini merupakan momentum yang sangat baik karena kondisi ekonomi global memaksa pelaku bisnis untuk diversifikasi dan mencari lebih banyak mitra dagang baru, ” kata Arsjad.

Duta Besar India untuk RI Sandeep Chakravorty mengatakan 70 tahun sejak diselenggarakannya Konferensi Asia-Afrika, dunia telah mengalami kemajuan ekonomi dan teknologi yang signifikan.

Halaman:

Terkini