Namun saat ini dunia kembali menghadapi tantangan geopolitik, konservatisme ekonomi yang semakin kuat, dan berkurangnya kepercayaan kepada system multilateralisme.
“Pelajaran dari KAA dalam hal ini masih sangat relevan. Di era di mana dunia semakin terpolarisasi, kebutuhan akan kesatuan di antara negara-negara berkembang semakin kritikal. Sudah saatnya kita membawa semangat KAA Bandung, mendorong kolaborasi yang lebih kuat di antara negara-negara Global South,” katanya.
Artikel Terkait
Gelar Indonesia Economic Summit 2025, IBC Optimis Indonesia Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Global
Ini 4 Usulan IBC untuk Merespon Tarif Resiprokal AS ke Indonesia
Indonesia akan Turunkan Bea Masuk dan Lebih Banyak Impor Migas AS Hadapi Kebijakan Tarif Presiden Trump