Dalam keterangan sebelumnya, Artanto mengungkapkan bahwa ada pertemuan antara dua personel Sukatani dan penyidik Ditressiber Polda Jateng di Ketapang, Banyuwangi, pada 20 Februari 2025.
Artanto membantah kabar yang menyebutkan bahwa personel band Sukatani dicegat setelah manggung di Bali, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut telah disepakati sebelumnya.
"Mereka (Sukatani) kan sedang konser di Bali, penyidik dari Jawa Tengah itu mau ketemu, jadi sepakat jumpa di Ketapang," ujar Artanto.
Menurut Artanto, pertemuan tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi maksud dari lagu "Bayar Bayar Bayar", yang mengandung kritik satir terhadap kepolisian.
Baca Juga: Rafi Sudirman Tampil Berbeda sebagai Borne dalam Film Musikal Rangga & Cinta
"Selesai klarifikasi, anggota siber Polda Jateng menghargai. Intinya mereka hanya ingin mengetahui maksud dan tujuan lagu tersebut," ujarnya.
Meski demikian, dua personel Sukatani merilis video permohonan maaf kepada Polri pada hari yang sama saat pertemuan itu berlangsung.
Artanto mengaku tidak mengetahui siapa yang merekam atau mengunggah video tersebut, dan meralat pernyataannya mengenai jumlah penyidik yang bertemu Sukatani.
Sebelumnya ia mengatakan ada dua orang penyidik, namun kemudian ia menyebutkan bahwa jumlahnya adalah empat orang.
Setelah itu, Divpropam Polri mengonfirmasi bahwa jumlah penyidik yang menjalani pemeriksaan internal bertambah menjadi enam orang.
Kisah ini menunjukkan dinamika yang kompleks antara kebebasan berekspresi melalui seni dan interaksi dengan institusi negara.
Meskipun Sukatani menghadapi intimidasi, mereka tetap berpegang pada prinsip untuk menyuarakan kritik sosial melalui karya mereka, sekaligus mengedepankan transparansi dalam menghadapi tekanan.
Artikel Terkait
Rafi Sudirman Tampil Berbeda sebagai Borne dalam Film Musikal Rangga & Cinta
Band Sukatani Ungkap Intimidasi dari Kepolisian Usai Viral Lagu Bayar Bayar Bayar
Terkuak, Sukatani Band Beberkan Video Permohonan Maaf kepada Polri