Cuaca Tak Menentu Picu Flu pada Anak Sekolah, Bekal Sehat Ini Jadi Kunci

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Rabu, 16 Juli 2025 | 07:48 WIB
Potret Presiden Prabowo Subianto bersama para siswa sekolah di Indonesia (Instagram.com/@prabowo)
Potret Presiden Prabowo Subianto bersama para siswa sekolah di Indonesia (Instagram.com/@prabowo)

 

MEDIA24.ID, GAYA HIDUP - Perubahan cuaca yang ekstrem—dari hujan deras ke panas terik dalam waktu singkat—menjadi tantangan serius bagi kesehatan anak-anak, terutama mereka yang baru kembali bersekolah.

Dokter Residen Gizi Klinik dari Universitas Indonesia, dr. Nadhira Afifa, MPH, menyebut lonjakan kasus batuk, pilek, hingga flu sebagai dampak nyata dari kondisi cuaca tak menentu ini.

“Kalau cuacanya hujan terus tiba-tiba panas, itu memang rentan bikin anak sakit,” ujar dr. Nadhira dalam diskusi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Jakarta, Selasa (15/7/2025), mengutip laporan Antara.

Baca Juga: Buka ICIEFE 2025, Menag Nasaruddin Umar Dorong Tafsir Al-Qur'an yang Adaptif terhadap Budaya

Menurut Nadhira, langkah sederhana namun efektif untuk mencegah penularan penyakit adalah membiasakan anak memakai masker saat menunjukkan gejala ringan, seperti bersin atau pilek.

“Paling enggak, kalau ada gejala flu sedikit langsung pakai masker. Jadi enggak menular ke teman-teman,” katanya.

Selain penggunaan masker, ia menekankan pentingnya mencuci tangan dengan sabun secara rutin dan memperhatikan asupan nutrisi, terutama makanan tinggi protein.

Suplementasi vitamin D dan zinc juga disarankan untuk memperkuat sistem imun anak selama musim cuaca tak menentu.

Baca Juga: Project HOPE: Angka Kematian Ibu di Indonesia Setara Satu Gerbong Penuh Kereta Whoosh

Tak hanya soal kebersihan, dr. Nadhira juga mengingatkan pentingnya bekal sehat dari rumah untuk menjaga stamina anak di sekolah.

Ia mengimbau orang tua untuk mengurangi kebiasaan anak jajan makanan ringan tinggi MSG atau minuman manis di kantin.

“Kalau semua teman-temannya bawa roti manis, anak juga pasti tergoda. Jadi perlu dukungan dari keluarga dan sekolah sekaligus,” jelasnya.

Sebagai solusi, dr. Nadhira menyarankan para orang tua merujuk pada panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan agar kebutuhan gizi anak terpenuhi secara seimbang.

Halaman:

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X