Suara Tana Timur Hadirkan Energi Musik dan Budaya Populer Indonesia Timur di Jayapura

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Selasa, 30 September 2025 | 17:00 WIB
Festival Suara Tana Timur hadir di Lapangan Aspal PTC Jayapura pada Sabtu, 27 September 2025 (Suara Tana Timur)
Festival Suara Tana Timur hadir di Lapangan Aspal PTC Jayapura pada Sabtu, 27 September 2025 (Suara Tana Timur)

MEDIA24.ID, JAYAPURA -  Ribuan anak muda memadati Lapangan Aspal PTC Jayapura pada Sabtu, 27 September 2025 malam untuk menyanyikan lagu-lagu hits dari para musisi asli Papua yang tengah naik daun di belantika musik nasional di festival Suara Tana Timur.

Suara Tana Timur membuktikan dirinya sebagai panggung perayaan identitas dan energi kolektif “anana Timur” yang kini menggema ke seluruh Indonesia.

Dari sore hari, fans sudah memenuhi area festival Suara Tana Timur, menciptakan suasana hangat di setiap sudut venue. Saat Shine of Black membuka panggung dengan “Jang Ganggu”, seluruh fans serentak ikut bernyanyi, membuat Jayapura bergetar oleh suara anak muda yang penuh percaya diri.

Baca Juga: Menlu RI dan Negara Muslim Sambut Baik Upaya Trump Akhiri Perang di Gaza

Festival ini menghadirkan deretan musisi berdarah Indonesia Timur, menjadi sebuah representasi kuat pamor musik Timur yang tengah meroket popularitasnya.

Epo D’Fenomeno mengalirkan hip-hop Papua yang bersinggungan dengan warna reggae, Dave Baransano menghipnotis lewat roots-reggae/dub yang membumi, sementara Anadok menghentak dengan power Hip-Hop berlirik ekspresif.

Puncaknya, Andmesh Kamaleng membawakan alunan balada emosional, membuat seluruh lapangan bernyanyi bersama hingga ia berujar, “Malam ini luar biasa. Karena ini Suara Tana Timur, saya ingin kalian ikut bersuara, bernyanyi bersama.” Keseruan malam ditutup One Scoot dengan riuh reggae/Melanesian pop modern. 

Andri Verraning Ayu, CEO Antara Suara, menyampaikan rasa bangga sekaligus syukur atas terselenggaranya Suara Tana Timur di Jayapura.

Baca Juga: Snapdragon 8 Elite Gen 5: Hadirkan Pengalaman Baru dan Menggebrak Standar Baru Industri Teknologi

“Suara Tana Timur adalah panggung kebanggaan sekaligus pestanya anak-anak Timur. Malam ini Jayapura bukan hanya menonton konser, tapi ikut menulis pesan kuat bahwa fans musik dan para musisi Papua layak mendapat sorotan lampu yang lebih terang lagi,” ujar Ayu.

Selain musik, Suara Tana Timur juga menghadirkan karya visual dari Linggues, mural artist asal Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Linggues dikenal dengan gaya khas yang memadukan warna-warna cerah—hijau, kuning, oranye, dan merah—serta ornamen pesisir Papua, terinspirasi dari tradisi topeng dan simbol-simbol budaya lokal. Kehadirannya menegaskan bahwa seni rupa Papua punya tempat setara dengan musik di panggung besar.

Tak hanya di panggung utama, ambience pesta anak Timur juga terasa di area Mamayo Club at Zonation, sudut venue tempat komunitas dan talenta muda Jayapura menunjukkan aksi mereka.

Baca Juga: Insiden Demo Agustus 2025, Uya Kuya dan Astrid Kembali ke Rumahnya di Kawasan Jakata Timur

Dari DJ set hingga dance dan rap battle, ruang ini menjadi laboratorium energi baru anak-anak Timur yang tak kalah memikat.

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X