MEDIA24.ID, JAKARTA-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan efisiensi anggaran pemerintah tidak mengganggu layanan kesehatan yang diberikan selama musim haji berlangsung nanti.
"Iya (tidak terdampak), karena itu menjadi prioritas," kata Ketua Tim Kerja Pemeriksaan Kesehatan Haji, Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI Muhammad Imran di Jakarta, Rabu, (26/2).
Imran menekankan tidak ada pengurangan pelayanan kesehatan kepada calon jamaah haji meskipun pemerintah kini tengah mengupayakan efisiensi anggaran.
Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia 2025 Wajib Vaksin Polio Selain Meningitis, Kemenkes Siapkan Stok Vaksin
Bahkan, ia menuturkan anggaran untuk obat-obatan pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Bahkan anggaran untuk obat-obatan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.
Imran juga menyebutkan pemerintah tengah mengupayakan agar tenaga kesehatan dalam pelayanan haji yang akan datang tidak mengalami pengurangan.
Baca Juga: Menag Minta Arab Saudi Hapus Pembatasan Usia Jamaah Haji, Ini Usulan Penggantinya
Ia menjelaskan keputusan dalam menentukan penambahan dan pengurangan tenaga kesehatan tidak hanya diputuskan secara sepihak oleh Pemerintah RI, namun juga berdasarkan keputusan dari Pemerintah Arab Saudi yang dihitung berdasarkan persentase kuota jamaah haji.
"Biasanya itu (Arab Saudi) memberikan kuota 2 persen dari jumlah jamaah untuk Indonesia, khusus Indonesia. Negara lain itu biasanya dapatnya 1 persen dari jumlah jamaahnya. Jadi kalau jumlah kita 221.000 (jamaah), petugas kita itu 4.420 orang. Nah, di tahun ini kita hanya mendapat (kuota) di atas 1 persen," paparnya.
"Nah ini sementara dilobi oleh Kementerian Agama, supaya petugasnya bisa kembali seperti tahun sebelumnya," lanjut dia.
Oleh sebab itu, Imran berharap agar kuota tenaga kesehatan dalam pelayanan haji yang akan datang tidak dikurangi, demi memastikan pelayanan yang prima untuk seluruh calon jamaah haji Indonesia.
Artikel Terkait
Syarat Istithaah Haji: Kriteria Wajib yang Harus Dipenuhi Calon Jamaah