Kemenag Siapkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Photo Author
Moh Purwadi, Media 24
- Kamis, 5 Juni 2025 | 09:21 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno. (Foto/Dok/Media24)
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno. (Foto/Dok/Media24)

MEDIA24.ID, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tengah mempersiapkan materi pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta.

Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kemanusiaan dalam proses pembelajaran, seiring dengan penguatan kompetensi akademik dan spiritual mahasiswa.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno menjelaskan bahwa kurikulum ini lahir sebagai upaya antisipasi muncul dan berkembangnya budaya intoleransi, kekerasan simbolik, dan radikalisme di lingkungan kampus.

Baca Juga: UIN Jakarta Pelopori Kebijakan Penggunaan AI di Pendidikan Tinggi Islam

Kurikulum Berbasis Cinta dirancang sebagai pendekatan holistik yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan nilai-nilai welas asih, kedamaian, dan penghargaan terhadap perbedaan.

“Cinta adalah inti dari ajaran Islam. Pendidikan tidak boleh hanya mencetak orang pintar, tetapi juga pribadi yang penuh kasih sayang. Kita ingin kampus-kampus Islam menjadi pusat peradaban yang memuliakan sesama,” ujar Amien Suyitno di Jakarta, Selasa (4/6/2025).

Ia menambahkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya fokus pada isi materi ajar, tetapi juga pada metode pembelajaran, pendekatan dosen, dan relasi antarwarga kampus.

Baca Juga: Kemenag Tetapkan 12 Madrasah sebagai Piloting Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta

Pendekatan ini menekankan pentingnya dialog, refleksi spiritual, serta tindakan nyata dalam membangun masyarakat yang adil dan beradab.

Suyitno mengingatkan agar kurikulum ini dapat disiapkan dengan baik supaya nantinya memberikan pengaruh yang berdampak bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.

“Kurikulum Berbasis Cinta adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muslim yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” pungkas Amien Suyitno. ***

Editor: Moh Purwadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X