Meski Kementerian Terdampak Efisiensi Anggaran, Mendiktisaintek Pastikan UKT Tidak Naik

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 17:22 WIB
Ilustrasi Biaya UKT tidak ada kenaikan dan disampaikan oleh Mendiktisantek Brian Yuliarto (Freepik)
Ilustrasi Biaya UKT tidak ada kenaikan dan disampaikan oleh Mendiktisantek Brian Yuliarto (Freepik)

MEDIA24.ID - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto, memastikan bahwa tidak ada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa.

Ia meminta para rektor untuk menyampaikan informasi tidak ada kenaikan UKT secara langsung kepada mahasiswa guna menghindari kesalahpahaman.

Pernyataan tidak ada kenaikan UKT disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) pertama Mendiktisaintek, bersama Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) se-Indonesia.

Baca Juga: Siap-siap! PT KAI Buka Pemesanan Tiket Tambahan Lebaran Minggu 23 Februari Pukul 00.00 WIB

Rapat yang digelar secara hibrida (daring dan luring) pada Kamis 20 Februari 2025 itu membahas berbagai isu strategis di sektor pendidikan tinggi.

"Saya minta tolong para Rektor dan Kepala LLDIKTI informasikan sebaik-baiknya kepada mahasiswa bahwa tidak ada kenaikan UKT," ujar Mendiktisaintek pada Jumat 21 Februari 2025.

Selain itu, ia juga meminta para rektor untuk membuka ruang diskusi dengan mahasiswa dan menyampaikan informasi secara transparan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Jangan sampai ada miskomunikasi. Ini penting supaya tidak menimbulkan keresahan di adik-adik mahasiswa," tambahnya.

Baca Juga: Imbas Penahanan Hasto Kristiyanto, 20 Kepala Daerah Kader PDIP Tunda Perjalanan Retret

Mendiktisaintek menegaskan bahwa pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk Program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K).

Ia menekankan pentingnya klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang agar mahasiswa memahami bahwa tidak ada pengurangan beasiswa, serta komitmen pemerintah dalam mendukung akses pendidikan tinggi tetap terjaga.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara Kementerian, para rektor, dan Kepala LLDIKTI se-Indonesia.

"Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat keilmuan, tetapi juga sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Baca Juga: Dijamin Tidak Nyesal! 5 Tempat Nongkrong dan Coffee Shop Terbaik di Kawasan Jakarta Utara

Oleh karena itu, ia mendorong dunia akademik untuk lebih proaktif dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo, yakni menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya saing tinggi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X