MEDIA24.ID, JAKARTA. Asrul Sani, salah satu tokoh dramawan dan budayawan muslim Indonesia mengaku sangat menghormati dan menghargai Bahasa Indonesia. Hal itu tercermin dalam berbagai naskah drama hasil karyanya.
Slamet Rahardjo, aktor senior yang juga merupakan murid Asrul Sani di Teater Populer bercerita bahwa Asrul tidak hanya sebatas pada karya-karyanya, namun juga harus dilihat juga bagaimana Asrul menghargai dan menghormati berbagai hal, salah satunya bahasa Indonesia.
“Bahasa Indonesia bahasa terhormat. Dan itu hanya keluar dari mulut Asrul Sani,” kata Slamet Rahardjo pada acara Pestarama (Pekan Apresiasi Sastra dan Drama) ke-9 yang diadakan oleh PBSI UIN Jakarta, Kamis (30/5/2024).
Acara itu menjadi rangkaian dari kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta.
Baca Juga: PBSI UIN Jakarta Gelar Seminar Nasional tentang Asrul Sani dan Spirit Memodernisasi Kebudayaan Islam
Pada gelaran ke-9 ini, pementasan mengangkat karya Asrul Sani dengan mengusung tema “Relung Langkah Budayawan Muslim Indonesia”. Dilaksanakan di Teater Bulungan, Jakarta Selatan, acara dihadiri oleh berbagai pihak, seperti masyarakat umum, mahasiswa dan dosen PBSI UIN Jakarta, Wakil Dekan FITK UIN Jakarta, dan mahasiswa dari berbagai universitas lain.
Asrul Sani menjadi budayawan muslim yang diangkat namanya karena merupakan salah satu tokoh dramawan Indonesia yang melegenda. Pada Kamis kemarin, naskah drama Asrul yang ditampilkan berjudul Mahkamah, oleh mahasiswa PBSI semester 6.
Setelah penampilan pementasan naskah “Mahkamah” selesai, berikutnya terdapat sesi diskusi yang membahas mengenai pementasan drama tersebut dengan Prof. Riris K. Toha Sarumpaet, M.Sc., Ph.D., guru besar UI sekaligus adik ipar Asrul Sani.
Untuk menghargai dan menghormati jasa-jasa Asrul Sani dalam dunia sastra Indonesia, Pestarama juga menyelenggarakan persembahan untuk Asrul Sani. Persembahan ini mengusung tajuk “Diskusi Karya dan Doa Bersama untuk Asrul Sani”.
Slamet Rahardjo menceritakan bagaimana sosok dari Asrul Sani. Dia juga mengingat pesan yang diucapkan oleh dramawan tersebut. “Silakan apa yang kamu mau, yang penting adalah kamu tahu apa yang kamu mau,” tukas Rahardjo.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap Asrul Sani, turut diserahkan trofi dan lukisan Asrul Sani oleh Wakil Dekan FITK, Salamah Agung, M.A., Ph.D kepada Syauqi Sani, anak Asrul Sani.
Artikel Terkait
PBSI UIN Jakarta Gelar Seminar Nasional tentang Asrul Sani dan Spirit Memodernisasi Kebudayaan Islam
Asrul Sani, Budayawan Muslim yang Tidak Bisa Dikekang