MEDIA24.ID, BOGOR - Mahasiswa Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta mengadakan acara 'Pesta Edas' di Sanggar Tari Edas, Kampung Seni Edas, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur.
Acara Pesta Edas yang digelar oleh para mahasiswa semester 6 dari kelas PRDC25-1SP, bertujuan untuk memperkenalkan keberagaman budaya yang dimiliki oleh Kampung Seni Edas di Kota Bogor.
Acara Pesta Edas dimeriahkan dengan Showcase yang menampilkan kesenian khas Kampung Seni Edas serta Mini Exhibition yang dapat dilihat dan dinikmati oleh pengunjung.
Program ini merupakan bentuk partisipasi LSPR dalam mendukung program pemerintah terutama di bidang pendidikan yaitu Kampus Merdeka Desa Keberlanjutan.
Pelaksanaan Community Development ini merupakan implementasi dari penggabungan 4 mata kuliah yaitu Community development, Creative Production & Publicity, Public Relations Communication Technique, dan Community Development.
Perencanaan program yang dibuat dalam 4 mata kuliah ini sebagai wujud nyata mahasiswa dalam memberikan kontribusi akademis terhadap komunitas dan masyarakat.
Baca Juga: Kemhan Buka Penerimaan Sebanyak 25.258 CPNS, Ini Formasi Paling Banyak Dibutuhkan
Pimpinan Kampung Seni Edas, Ade Suarsa, menjelaskan bahwa Kampung Seni Edas dibuat sebagai tempat wisata kesenian pertama di Bogor.
Para pengunjung yang singgah di Kampung Seni Edas akan disuguhi dengan kesenian yang diciptakan sendiri seperti Langir Badong, Wayang Kaleng, Boboko Ngentep, dan sebagainya.
"Sehingga kesenian di sini tidak ada di tempat lain karena memang diciptakan sendiri,” ujar Ade Suarsa dalam keterangan pers yang diterima Media24.id, Selasa (11/6/2024).
Sayangnya, sampai saat ini keberadaan Sanggar Tari Edas di Kampung Seni Edas, Bogor, masih kurang dikenal oleh masyarakat umum.
“Namun disayangkan kurangnya publikasi ya, jadi memang keberadaan Kampung Seni Edas kurang dikenal masyarakat," terang Ade.
"Tetapi saya juga mau berterima kasih dengan anak-anak muda yang sampai sekarang masih mau peduli dengan kesenian tradisional mengingat kesenian tradisional saat ini kan sudah mulai banyak dilupakan ya,” tambah Ade.