MEDIA24.ID, JAKARTA - Suasana car free day (CFD) yang cerah di kawasan bundaran HI, Jakarta Pusat, berubah menjadi lautan keceriaan saat lebih dari 1.099 anak berkumpul dalam rangkaian acara “Main Yuk” untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025.
Dengan penuh antusiasme, Selvi Gibran Rakabuming selaku Pembina Solidaritas Perempuan Indonesia (Seruni) Era Kabinet Merah Putih, menyapa langsung para peserta yang telah memadati lokasi CFD di kawasan bunderan HI Jakarta.
Kehadirannya menjadi wujud nyata dan selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk generasi emas Indonesia yang unggul, sehat, cerdas, dan berkarakter kuat.
Baca Juga: Dukung Kemandirian Teknologi Nasional, Wapres Minta PRSI Fokus Kembangkan Riset Robotika
"Selamat pagi, apa kabar anak-anak semuanya? Sudah sarapan belum?" sapa Selvi, yang langsung disambut celoteh polos nan riang dari anak-anak, menyebutkan berbagai menu sarapan mulai dari roti, donat, hingga menunjukkan keragaman keseharian anak-anak Indonesia masa kini.
Di tengah kegembiraan tersebut, Selvi mengingatkan bahwa masa anak-anak adalah masa untuk bermain, dan Hari Anak Nasional sejatinya menjadi milik seluruh anak di penjuru tanah air.
Ia pun mengapresiasi langkah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang tahun ini merancang perayaan yang lebih inklusif dan merata, tidak lagi terpusat hanya di satu kota.
“Saya rasa ini adalah sesuatu inovasi yang bagus sekali, Bu Menteri [PPPA], karena rasa, semangat, kemudian kebersamaan Hari Anak Nasional ini semakin terasa kalau bisa dirayakan di setiap sekolah dan diikuti oleh seluruh anak-anak di Indonesia. Karena, memang ini harinya untuk seluruh anak-anak di Indonesia,” ujar Selvi.
Dalam sesi interaktif ini, Selvi mengenang masa kecilnya yang penuh dengan permainan tradisional, seperti engklek, bola bekel, lompat tali, dan gobak sodor.
“Dulu, memang belum mengenal gadget. Jadi, kita setiap sore setelah pulang sekolah, karena rumah saya dulu masih di kampung, jadi tetangganya masih deket-deket gitu, setiap sore kita selalu berkumpul di depan rumah kita,” kenangnya.
Selvi menegaskan pentingnya menghidupkan kembali budaya permainan tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, permainan tradisional tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kebersamaan dan pembentukan karakter.
“Saya juga ingin sekarang ini kita bisa mengembalikan permainan-permainan tradisional, yang saya rasa sudah tidak banyak dikenal oleh anak-anak sekarang ini, padahal sebenarnya nilai-nilainya banyak sekali dari permainan tradisional itu,” ajaknya.
Dalam laporannya, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan bahwa permainan tradisional dipilih sebagai salah satu dari lima kegiatan pokok dalam peringatan Hari Anak Nasional 2025, bersama senam anak, lagu dan kesenian daerah, dongeng pahlawan daerah, serta pemeriksaan kesehatan gratis.