MEDIA24.ID, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan RI menyelenggarakan Seminar Inovasi Pendanaan Bencana pada Rabu 10 September 2025.
Seminar bertema Pemanfaatan Pooling Fund Bencana dan Dana Perubahan Iklim untuk Meningkatkan Resiliensi Lokal dan Nasional ini merupakan acara perdana dari rangkaian sesi konferesi dalam The 4th Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) di Jakarta International Expo (JIExpo) Jakarta Pusat.
Adapun tujuan penyelenggaraan konferensi ADEXCO untuk memperluas wawasan, memperkuat kapasitas daerah, serta meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya instrumen pembiayaan bencana yang cepat, efektif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Serahkan Semua pada Ketum, Karier Politik Eko Patrio Usai Dinonaktifkan dari PAN
Pooling Fund Bencana atau Dana Bersama Penanggulangan Bencana (PB) merupakan respon kebijakan yang diharapkan dapat melindungi keuangan negara, memperkuat kapasitas pendanaan pemerintah pusat dan daerah, serta sebagai bentuk inovasi pengelolaan dana untuk pendanaan penanggulangan bencana.
Dana ini dikumpulkan dari berbagai sumber pendanaan yang sah, termasuk APBN dan APBD, untuk mendukung dan melengkapi dana penanggulangan bencana yang telah ada.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengungkapkan saat ini BNPB, Kementerian Keuangan, BPDLH dan didukung oleh Bank Dunia terus bergerak dalam mempersiapkan implementasi Pooling Fund Bencana agar dapat memperluas jangkauan pemanfaatan.
Baca Juga: Maulid Akbar di Maros, Menag Sampaikan Pesan Perdamaian pada Jamaah Tarekat Khalwatiyah
“Saya rasa Pooling Fund Bencana berpeluang sangat besar untuk berkembang sehingga kita harus membuat lompatan besar dan berfokus pada bagaimana menggunakan inovasi ini untuk kebutuhan primer dan fundamental,” ungkap Raditya.
Dirinya menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja in silo, terlebih bencana yang dipenuhi pola ketidakpastian dan tidak dapat diprediksi ini dapat diantisipasi dengan pola investasi yang disiapkan, salah satunya melalui Pooling Fund Bencana.
"Bukan hanya sekedar berpikir mengenai keuntungan, namun bagaimana pengelolaan keuangan ini ditujukan untuk mengurangi risiko bencana yang lebih besar," tegasnya.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Imbauan Warga Bogor Waspadai Cuaca Ekstrem 10 hingga 16 September 2025
Dengan menghadirkan berbagai unsur mulai dari para pakar, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, NGO, INGO, praktisi kebencanaan, akademisi, hingga pelaku usaha, sesi konferensi ini diharapkan dapat membuka ruang dialog dan kolaborasi lintas sektor guna memperdalam pemahaman publik mengenai instrumen pembiayaan risiko bencana yang telah diinisiasi pemerintah Indonesia sebagai salah satu terobosan strategis dalam penanggulangan bencana.
Di samping itu, Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi Kementerian Keuangan Suska sebagai salah satu narasumber pada seminar ini turut memastikan bahwa Pooling Fund Bencana tidak akan mengurangi alokasi dana untuk penanggulangan bencana saat ini.
Dirinya menyatakan bahwa saat ini keterlibatan partisipasi pemerintah daerah masih disusun dari sisi pengaturan dan mekanismenya.
Artikel Terkait
IEE Series 2025 Segera Hadir Bawakan Konsep The Battery Show Indonesia, Berikut Tanggalnya
IEE Series 2025 Percepat Transformasi Industri Berkelanjutan, Hadirkan Pameran Multi Sektor Terbesar se-Asia Tenggara
IEE Series 2025 Resmi Dibuka, Pameran Multi Sektor Industri Terbesar di Asia Tenggara