BMKG memastikan bahwa fenomena Siklon Tropis Senyar menjadi pemicu utama cuaca ekstrem yang memicu banjir, banjir bandang, dan longsor.
Setelah memasuki daratan Sumatra, siklon ini sempat berputar dari Aceh Timur hingga Aceh Tamiang sebelum akhirnya melemah pada siang hari.
Dengan melemahnya siklon, cuaca diperkirakan akan berangsur membaik, sehingga proses penanganan darurat dan pemulihan dapat berjalan lebih optimal.
Meski begitu, BMKG mengingatkan potensi peningkatan cuaca ekstrem akibat aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), terutama di Mandailing Natal dan Sumatra Barat.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG! Hujan Ekstrem dan Angin Kencang Ancaman Wilayah Aceh dan Sumut
BMKG juga menegaskan komitmen untuk berkolaborasi dengan BNPB dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mendukung mitigasi jangka pendek.
Menutup rapat koordinasi, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa seluruh daerah terdampak telah menetapkan status darurat bencana. Penetapan ini menjadi dasar percepatan pengerahan sumber daya pemerintah pusat ke daerah.
“Status darurat ini memungkinkan kita bergerak cepat memberikan dukungan semaksimal mungkin,” tegas Pratikno.
Artikel Terkait
KAI Commuter Bantah Pecat Petugas dalam Kasus Tas Tertinggal, Pastikan Penelusuran Sesuai Prosedur
Debit Sungai Melonjak, Banjir Rendam Dua Kecamatan di Kota Solok: 3.362 Warga Terdampak
Pemerintah Gerak Cepat Tangani Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut, dan Sumbar: Presiden Perintahkan Prioritaskan Keselamatan Warga