Korban Terdampak Bencana Humbang Hasundutan Bertambah, Upaya Pencarian dan Pemulihan Akses Terus Dipercepat

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Minggu, 30 November 2025 | 23:15 WIB
Personel Dinas Sosial menyiapkan makanan bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Minggu (30/11). (Foto: dok BNPB)
Personel Dinas Sosial menyiapkan makanan bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Minggu (30/11). (Foto: dok BNPB)

MEDIA24.ID, NASIONAL - Data sementara hingga Minggu (30/11) pukul 16.00 WIB mencatat enam warga meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, sembilan mengalami luka-luka, dan sekitar 2.200 warga mengungsi di posko maupun di rumah kerabat terdekat akibat bencana banjir bandang dan longsor di Humbang Hasundutan.

Hingga sore, tim gabungan terus memusatkan pencarian terhadap dua warga yang belum ditemukan.

Untuk mendukung kebutuhan para pengungsi, BNPB telah menyediakan tenda keluarga berukuran 4x6 meter berkapasitas delapan orang di Pos Induk Penanganan Darurat Desa Panggugunan.

Baca Juga: KAI Terapkan Penyesuaian Pola Operasi Mulai 1 Desember 2025, Ini Perubahan Jadwal dan Stasiun Perhentian

Bencana ini berdampak pada 31 desa di enam kecamatan, dengan dua desa masih terisolasi akibat akses yang tertutup material longsor dan jembatan penghubung yang amblas.

Berdasarkan keterangan pers BNPB yang diterima redaksi, kerusakan material tercatat meliputi 51 rumah rusak berat, 22 rumah hanyut, tujuh rusak sedang, 90 rusak ringan, dua rumah masuk rencana relokasi, serta lahan pertanian terdampak seluas 768 hektare.

Infrastruktur umum juga mengalami kerusakan signifikan, antara lain dua jembatan hilang, satu jembatan amblas, 132 titik jalan tertimbun longsor, 126 titik jalan amblas, serta satu rumah ibadah terdampak.

Baca Juga: Kemnaker Terbitkan Panduan Resmi Pengunduran Diri Peserta Magang Nasional, Begini Prosedurnya

Sementara itu, jalur Pulo Godang–Pakkat–Barus kini dapat dilalui setelah sebelumnya tertutup material longsor berupa tanah berlumpur dan bebatuan besar.

Empat alat berat diterjunkan untuk membuka akses, dan petugas masih berjaga guna mengatur lalu lintas. Jika hujan turun, jalur ini akan ditutup sementara demi keamanan.

Pantauan visual di Desa Panggugunan menunjukkan material longsor menutupi jalan, area persawahan, dan merusak sejumlah rumah, termasuk satu rumah dua lantai yang tersisa hanya lantai atasnya. Batu besar seukuran truk dan lumpur basah masih tampak di sejumlah titik, menjadi bukti kuat dahsyatnya bencana yang dipicu cuaca ekstrem.

Baca Juga: Komisi VIII DPR Dapur SPPG jadi Posko Bantuan Makanan Korban Bencana

Prioritas Penanganan Lanjutan

Selain operasi pencarian, penanganan darurat kini diprioritaskan pada pemulihan akses, penyediaan kebutuhan dasar, dan distribusi permakanan.

Halaman:

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X