Status Siaga Gunung Marapi Diperpanjang, Masyarakat Diminta Waspada

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Senin, 24 Juni 2024 | 17:21 WIB
Gunung Marapi Erupsi Lagi (Foto: dok)
Gunung Marapi Erupsi Lagi (Foto: dok)

 

MEDIA24.ID - Badan Geologi, Kementerian ESDM memutuskan untuk mempertahankan status Gunung Marapi di Sumatera Barat pada level Siaga atau Level III.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi yang dilakukan pada periode 16 hingga 22 Juni 2024, menunjukkan bahwa aktivitas gunung tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan.

Menurut laporan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hendra Gunawan, secara visual, Gunung Marapi masih mengeluarkan asap kawah utama yang berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas yang bervariasi antara tipis hingga tebal, serta mencapai ketinggian 150-500 meter di atas puncak.

"Terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 300-500 meter di atas puncak, berwarna putih hingga kelabu," tulis Hendra dalam laporannya.

Baca Juga: BMKG Sebut Beberapa Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Ada Banjir di Empat Provinsi

Secara instrumental, data kegempaan didominasi oleh gempa hembusan. Pada periode 16 hingga 22 Juni 2024, terekam 4 kali gempa erupsi atau letusan, 27 kali gempa hembusan, satu kali gempa tornillo, satu kali gempa low frequency, satu kali gempa vulkanik dangkal, tiga kali gempa vulkanik dalam, 13 kali gempa tektonik lokal, 17 kali gempa tektonik jauh, dan tremor menerus dengan amplitudo 0,5-2 mm (dominan 1 mm).

Data grafik tiltmeter di Stasiun Batu Palano juga menunjukkan penurunan (deflasi) pada sumbu tangensial maupun radial.

Sejak dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada tanggal 9 Januari 2024, serta pasca erupsi utama pada 3 Desember 2023, erupsi-erupsi Gunung Marapi masih terjadi secara tidak kontinyu. Aktivitas gunung pada minggu terakhir menunjukkan penurunan, dengan tinggi hembusan asap dan kolom abu maksimum 500 meter di atas puncak.

"Gempa letusan terekam sebanyak 0-2 kali per hari, sedangkan gempa hembusan terekam 0-12 kali per hari. Kejadian gempa-gempa permukaan ini masih berlanjut menurun sejak 10 Juni 2024," kata Hendra.

Baca Juga: Jurusan Kuliah Ini Lulusannya Banyak Diminati BUMN Bonafide, Bisa Jadi Referensi Calon Mahasiswa

Namun, gempa-gempa vulkanik dalam dan dangkal, yang berkaitan dengan tekanan dan pasokan magma dari kedalaman, terekam rendah dan cenderung menurun dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Sementara gempa tektonik lokal di sekitar gunung masih terekam dengan jumlah harian yang fluktuatif. Energi seismik, yang tercermin dari RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement), berfluktuasi di sekitar baseline, dan tremor menerus masih terekam dengan amplitudo dominan 1 mm.

Grafik deformasi tiltmeter juga menunjukkan deflasi pada tubuh gunung. Laju emisi gas SO2 dari Gunung Marapi, yang diukur dari satelit Sentinel, menunjukkan angka yang rendah dan berfluktuasi di bawah 300 ton per hari sejak 26 April 2024, dengan terakhir terukur 36 ton per hari pada 18 Juni 2024.

Meskipun aktivitas Gunung Marapi cenderung menurun, aktivitasnya masih fluktuatif dan belum stabil secara konsisten, sehingga erupsi masih berpotensi terjadi. Oleh karena itu, diperlukan waktu untuk melihat kestabilan aktivitas gunung ini.

Halaman:

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X