Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Keterlibatan Artis dalam Promosi Judol

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Rabu, 9 Oktober 2024 | 12:11 WIB
Judi online  (Ilustrasi/Dok. Kesbangpol )
Judi online (Ilustrasi/Dok. Kesbangpol )


MEDIA24.ID - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri tengah mendalami dugaan keterlibatan artis Indonesia dalam promosi situs judul Slot8278.

Polisi telah menangkap beberapa pelaku terkait kasus ini, namun keterlibatan artis masih dalam tahap penyelidikan.

Brigjen Pol Himawan Bayu Aji, Dirtipidsiber Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menyelidiki apakah ada artis Indonesia yang terlibat.

"Kami masih mendalami apakah ada keterlibatan artis Indonesia. Namun kemungkinan besar, artis yang terlibat adalah artis luar negeri, mengingat server dan pengendali situs berada di China," jelas Himawan kepada wartawan, Rabu (9/10/2024).

Baca Juga: Katak Bhizer Diduga Promosi Judi Online, Polda Metro Jaya Selidiki Keberadaannya

Dalam salah satu tampilan game di situs judi online tersebut, terdapat gambar seorang wanita yang disertai tulisan 8278slots.

Namun, Himawan belum dapat memastikan apakah gambar tersebut adalah artis Indonesia atau bukan.

Himawan menjelaskan bahwa situs judol sering menggunakan gambar-gambar menarik, termasuk foto wanita cantik, untuk menarik perhatian calon pemain.

"Gambar-gambar ini biasanya digunakan untuk memancing minat masyarakat agar mengklik link tersebut, kemudian bergabung dan dijanjikan hadiah," tambahnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Bantah Hoaks: Maghrib Mengaji Tak Berarti Jakarta Satu Agama

Kasus ini semakin menarik setelah Bareskrim Polri membongkar jaringan judol Slot8278 yang dikendalikan oleh warga negara asing (WNA) asal Cina berinisial QF. Himawan juga mengungkapkan bahwa enam warga negara Indonesia (WNI) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Sejak beroperasi pada September 2022, situs Slot8278 dilaporkan memiliki perputaran uang mencapai Rp685 miliar di berbagai negara yang menjadi target.

Namun, Himawan mengatakan bahwa pihaknya masih mengidentifikasi besaran perputaran uang di Indonesia.

"Kami sedang mengklasifikasikan perputaran uang di Indonesia karena data keuangan situs ini bercampur dengan negara lain," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X