Keprihatian Atas Kasus Generasi Muda, Dompet Dhuafa Luncurkan Layanan Kesehatan Mental Aku Temanmu

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Jumat, 20 Desember 2024 | 10:49 WIB
Dompet Dhuafa merangkul masyarakat dengan meluncurkan layanan kesehatan mental aku temanmu pada Rabu, 18 Desember 2024 di Gedung Filantropi, Jatipadang, Jakarta Selatan (Gunawan Daulay)
Dompet Dhuafa merangkul masyarakat dengan meluncurkan layanan kesehatan mental aku temanmu pada Rabu, 18 Desember 2024 di Gedung Filantropi, Jatipadang, Jakarta Selatan (Gunawan Daulay)

MEDIA24.ID - Maraknya kasus permasalahan mental yang diemban para generasi muda atau milenial, menyebabkan maraknya kasus-kasus negatif yang terjadi.

Banyak dilingkungan sekitar kita, para generasi muda atau milenial bahkan gen z cenderung memiliki mental lemah atau mental strawberry, hal ini memicu kekhawatiran dari dampak mental yang lemah mulai dari tindak kekerasan, perundungan dan beragam kasus dari dampak mental yang lemah atau tidak sehat.

Dompet Dhuafa dengan melihat situasi tersebut merangkul masyarakat dengan meluncurkan layanan kesehatan mental aku temanmu pada Rabu, 18 Desember 2024 di Gedung Filantropi, Jatipadang, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Selebgram Chandrika Chika Dilaporkan ke Polisi, Ini Pernyataan Polres Jakarta Selatan

Menurut Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDDR) dalam pembukaanya mengatakan,”Dompet Dhuafa sudah banyak terjun dalam upaya kesehatan mental, ragam program digulirkan seperti program konseling psikologi, program kesehatan jiwa hingga edukasi dan sosialisasi kesehatan mental. Bahkan kami memberikan dukungan dalam pemulihan trauma akibat bencana”.

Menurut Imran Pambudi selaku Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes RI menuturkan,”Bahwa dari data survei kesehatan 2023, pada penduduk usia remaja 2% paling tinggi mengalami tingkat depresi.

Salah satu pemicu tingginya kasus depresi terjadi diakibatkan permasalahan yang terjadi berawal dari faktor internal keluarga atau rumah, yang seharusnya rumah merupakan tempat berlindung, nyaman, aman dan kebahagiaan, pada tahun ini rumah menjadi pemicu konflik dan ancaman mental”.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat, Alasan Harus Menanamkan Kebiasaan Jujur dalam Kehidupan Sehari-hari

Imran juga menambahkan, bagi ibu hamil harus diperhatikan kejiwaanya, karena faktor jiwa akan mempengaruhi perkembangan janin.

Hal ini dilihat dari data kami lebih dari 12.5 % ibu hamil mengalami gangguan kesehatan jiwa serta depresi saat kehamilan mencapai 8%. Maka itu sangat penting bagi Ibu hami di situasi kebahagiaan.

Imran berharap kesehatan jiwa harus dilakukan dengan preventif dan promotif dengan pengasuhan yang positif dari peran orang tua hingga pendidik sehingga dapat mengelola emosi yang baik serta peran orang tua dalam berbagi peran dalam mengasuh anak hingga menanamkan disiplin yang positif.

Baca Juga: Release Survei Dilakukan Nagara Institute, Memahami Perilaku Politik dan Demokrasi di Indonesia

Parni Hadi selaku Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa mengatakan Mari kita harus Bangun Jiwanya baru Badannya sesuai dengan lirik Indonesia Raya. Selain itu jangan lupa untuk Bahagia bersama dan tersenyum bersama.

Menurut Tri Swasono Hadi selaku Psikolog mengatakan, “kesehatan mental ada 3 komponen, terganggu masa lalu, terhambat masa kini dan masa depan. Tidak ada kesehatan mental tanpa adanya nilai kebaikan. Maka prinsip nilai kebaikan itu sangat penting”.

Tri Swasono juga menambahkan bahwa peran penting dari keluarga adalah untuk mengajari diri sendiri, dalam upaya dukungan emosional, kasih sayang hingga perhatian. Sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan, sehingga mendorong pertumbuhan mental yang positif”.

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X