Antisipasi Hujan Ekstrem, BPBD DKI Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Photo Author
Nofellisa Aropah, Media 24
- Senin, 17 Februari 2025 | 08:38 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama BMKG dan instansi lainnya menggelar operasi modifikasi cuaca  (Dok. BPBD DKI Jakarta )
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama BMKG dan instansi lainnya menggelar operasi modifikasi cuaca (Dok. BPBD DKI Jakarta )

MEDIA24.ID, JAKARTA-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama BMKG dan instansi lainnya menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi modifikasi cuaca kali ini ditargetkan untuk mengantisipasi terjadinya hujan ekstrem di kawasan tersebut.

"OMC hari ini hanya dilakukan satu sorti dengan area penyemaian barat daya-barat laut. Area ini disemai untuk menurunkan potensi cuaca ekstrem," kata Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi DKI Jakarta sekaligus juru bicara pelaksanaan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahun 2025 Michael Sitanggang di Jakarta, Minggu (16/2/2025).

Michael juga menjelaskan secara keseluruhan pelaksanaan OMC hingga hari ini telah dilaksanakan sebanyak lima sorti dengan penggunaan bahan semai sebanyak 4 ton garam NaCl foodgrade.

Baca Juga: Kurangi Potensi Banjir, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

Langkah ini, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk menekan potensi cuaca ekstrem dan mencegah bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta.

Sementara itu, Plt. Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan bahwa potensi hujan ringan hingga sedang terjadi pada pagi hingga siang hari di sebagian wilayah DKI Jakarta.

Menurut dia, pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat secara umum memiliki potensi tinggi. Prediksi kelembaban udara di setiap lapisannya cukup Lembab mencapai 100 persen.

Baca Juga: Jawa Tengah dan Beberapa Wilayah Lain Lakukan Modifikasi Cuaca, Mencegah Banjir dengan Curah Hujan Tinggi

Budi menambahkan, tujuan OMC di wilayah Jakarta yang dilakukan kali ini adalah untuk mengurangi ekstremitas cuaca yang jika tidak diantisipasi berpotensi menimbulkan banjir.

"Kami punya ambang batas intensitas curah hujan yang dapat menimbulkan banjir di wilayah Jakarta adalah jika intensitas curah hujannya di atas 50 mm/hari," kata dia.

Oleh karenanya, jika dari prediksi terdeteksi akan ada kejadian hujan dengan intensitas lebih dari 50 mm/hari, maka pihaknya akan mengantisipasi dengan sorti penyemaian NaCl.

“Sebaliknya jika diprediksi curah hujannya normal-normal saja, maka akan kita biarkan sel awan itu menjadi hujan di atas wilayah Jakarta. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir jika selama periode pelaksanaan OMC, Jakarta menjadi kekeringan, seperti banyak anggapan masyarakat yang masih keliru menilai saat ini," pungkasnya.

Editor: Nofellisa Aropah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X