nasional

Ditemukan Belatung di MBG yang Sebabkan Siswa Keracunan, Kepala BGN Minta untuk Dimaklumi

Senin, 24 Februari 2025 | 15:35 WIB
Ilustrasi menu MBG untuk siswa, program Presiden Prabowo - Gibran

MEDIA24.ID, PALEMBANG - Insiden yang terjadi pada hari Selasa 18 Februari 2025 menyebabkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, dihentikan sementara.

Ini dilakukan setelah delapan murid SDN 7 Tebing Tinggi menderita sakit perut akibat menyantap hidangan MBG, yang ditambah dengan penemuan ulat pada ompreng makanan, menyebabkan para siswa enggan melanjutkan makan.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, mengonfirmasi bahwa penyelidikan soal Keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG sedang berlangsung.

Baca Juga: Sempat Diintimidasi oleh Anggotanya, Kapolri Tawarkan Grup Band Sukatani Jadi Duta dan Juri Polri

"Kami masih mendalami adanya dugaan mengingat adanya korban dari pihak anak-anak. Intinya, kami belum bisa bicara lebih lanjut karena masih dalam tahap penyelidikan," ujar Abdul Aziz pada Selasa, 18 Februari 2025.

Diketahui, sampel makanan yang diduga bermasalah ke BBPOM Palembang untuk diuji.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BBPOM Palembang, Yanni Ardianti, menyatakan bahwa hasil uji labnya akan disampaikan melalui pemilik sampel.

Baca Juga: Ruben Onsu Pakai Baju Koko dan Peci, Netizen: Sudah Mualaf?

"Hasil uji belum dapat diberikan, dan jika pun telah selesai, maka hasil uji akan disampaikan melalui pemilik sampel,” ujar Yanni di waktu yang sama.

Pada hari itu, menu yang disajikan dalam program MBG terdiri dari ikan patin fillet crispy, bihun goreng, tahu goreng, dan pepaya.

Namun Ketua DPD Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Sumatera Selatan, Evie Hadenli, menyatakan bahwa kemungkinan adanya ulat dalam makanan sangat kecil.

Baca Juga: Polemik Lagu Bayar Bayar Bayar Milik Sukatani Band, Enam Polisi Diperiksa Propam Mabes Polri

"Menu ikan fillet yang tipis dan garing seperti kerupuk sangat mustahil ada belatung yang baru muncul dalam beberapa jam. Ini yang jadi pertanyaan, kecuali ikan utuh yang dimasak kurang matang, itu masuk akal,” tuturnya pada 18 Februari 2025 lalu.

Ia juga menambahkan bahwa MBG baru mulai diterapkan di tujuh wilayah Sumatera Selatan sejak Senin 17 Februari 2025 dan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian ini.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan beberapa kendala teknis yang timbul dalam pelaksanaan MBG.

Halaman:

Tags

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB