Kepala Badan Gizi Nasional Klarifikasi Soal Ide Serangga Jadi Menu Program MBG

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Rabu, 5 Februari 2025 | 08:30 WIB
Kepala BGN klarifkasi tentang menu serangga dan ulat sagu untuk menu program MBG (Foto: medsos)
Kepala BGN klarifkasi tentang menu serangga dan ulat sagu untuk menu program MBG (Foto: medsos)

MEDIA24.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mulai dijalankan oleh pemerintah sejak 6 Januari 2025, beberapa waktu lalu tercetus ide dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana tentang memasukkan menu serangga hingga ulat sagu

Ide tersebut membuat kehebohan di kalangan masyarakat hingga akhirnya Dadan pun melakukan klarifikasi. Pernyataan Kepala BGN tentang menu serangga dan ulat sagu untuk MBG.

Dadan mengungkapkan jika potensi alam di daerah masing-masing bisa mendukung jalannya program MBG. Ia kemudian menyebutkan jika serangga dan ulat sagu berpeluang untuk dijadikan menu MBG di beberapa daerah yang biasa mengonsumsinya.

Baca Juga: Kisruh Gas Elpiji 3 Kg, Prabowo Pastikan Tabung Eceran Aktif Kembali di Warung

“Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga, belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein,” kata Dadan saat hadir dalam acara Rapimnas Pira Gerindra pada Sabtu, 25 Januari 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta.

“Itu salah satu contoh ya, kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, bisa jadi menu di situ,” imbuhnya.

Karena Indonesia negara kepulauan yang tentunya tiap daerah berbeda, dalam pelaksanaan MBG ini tidak memiliki standar nasional untuk menunya. BGN hanya memberikan instruksi dengan fokus pada komposisi gizi MBG, bukan pada menu.

“Tapi itu contoh bahwa badan gizi tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi menetapkan standar komposisi gizi,” terang Dadan.

Baca Juga: Update Terkini, Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi: 8 Orang Tewas, 11 Luka-Luka

Klarifikasi Dadan tentang menu serangga
Saat menyapa awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 3 Februari 2025, Dadan mengklarifikasi ucapannya yang telah membuat heboh.

“Kami waktu menyampaikannya itu, kan kami sampaikan ada masyarakat tertentu yang suka itu,” kata Dadan.

“Jadi untuk masyarakat yang tidak suka itu, tidak mungkin menggunakan itu,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan dengan memberi contoh daerah penghasil telur, bisa saja menggunakan telur sebagai protein utama untuk MBG.

Baca Juga: Sarasehan Ulama NU, Menag Sebut Kurikulum Cinta Cegah Anak Benci Perbedaan

“Tapi mungkin kan bisa juga sekali-kali dengan ikan, sekali-kali daging,” kata Dadan menjelaskan.

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X