MEDIA24.ID - Isu penghapusan gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN akibat efisiensi anggaran ramai diperbincangkan.
Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa pencairan tetap dilakukan.
Polemik ini bermula dari unggahan akun X @tukin_dosenASN yang mempublikasikan slide presentasi BRIN.
Dalam slide tersebut, BRIN disebut harus melakukan efisiensi anggaran hingga Rp2,07 triliun, termasuk menangguhkan seluruh pembiayaan SBSN dan menghapus belanja pegawai ke-13 dan ke-14 bagi ASN di lingkungannya.
Baca Juga: Jelang Ramadan 2025, Jangan Lupa Bayar Utang Puasa! Ini Tata Caranya
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan proses pencairan dan akan segera mengumumkannya.
Namun, ia meminta agar kepastian lebih lanjut dikonfirmasi langsung kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
"Persiapan sudah ada, persiapan to be announce," ujar Airlangga di kantornya, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Menanggapi polemik ini, sutradara Fajar Nugros turut bersuara. Ia menyindir kebijakan pemerintah yang seolah memiliki banyak anggaran untuk program besar, namun justru muncul isu pemangkasan hak ASN.
"Kalau nggak punya duit, kenapa gayanya kayak punya duit?" tulis Fajar Nugros di akun X miliknya.
Baca Juga: SNBP 2025: 10 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Pilih Prodi
Komentar pedas tersebut langsung menuai respons warganet yang mempertanyakan transparansi pemerintah dalam pengelolaan anggaran.