MEDIA24.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang membuat aturan tentang penataan ulang gas elpiji 3 kg menjadi perdebatan publik.
Kini Bahlil sudah ancang-ancang akan menertibkan ulang distribusi solar subsidi yang menurutnya tidak tepat sasaran seperti gas elpiji 3 kg tersebut.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil, itu juga berencana akan menertibkan ulang distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi.
Baca Juga: Ini 7 Fitur Canggih Mobil Listrik Togg T10X Hadiah Erdogan ke Prabowo
“Habis ini (penataan ulang distribusi elpiji 3 kg), saya tertibkan lagi, bapak ibu semua, aaya tertibkan lagi adalah BBM, solar,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golkar 2025 di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Sabtu, 8 Februari 2025.
Bahlil menilai distribusi solar subsidi saat ini masih belum tepat sasaran sehingga butuh diperbaiki agar masyarakat bisa menikmatinya.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan memastikan subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Pasalnya, menurutnya solar bersubsidi di lapangan justru digunakan untuk industri.
Baca Juga: IIMS 2025: Parade Mobil Baru, Dari SUV Listrik Hingga Sedan Hybrid!
“Solar subsidi dipakai untuk industri. Saya tahu ini pemainnya pasti akan ribut lagi, tapi enggak apa-apa,” kata bekas Menteri Investasi ini, dikutip dari Antara.
Bahlil mengakui langkah menata ulang solar bersubsidi berpotensi menimbulkan polemik, seperti yang terjadi saat pemerintah mengatur distribusi elpiji 3 Kg.
Namun, politikus kelahiran Banda, Maluku Tengah ini menegaskan tak gentar menghadapi kemungkinan perlawanan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan.
“Kita sebagai orang Timur itu sekali layar berkembang, pantang surut untuk balik. Ini untuk kebaikan rakyat, bapak ibu semua,” kata Bahlil.
Baca Juga: Polisi Ungkap Kecelakaan Moge yang Tewaskan Bendum Partai Demokrat di Situbondo
Ketua Umum Partai Golkar sejak Agustus 2024 ini mendorong kader-kader partainya agar turut mendukung kebijakan tersebut.
Pihaknya menilai upaya mengatur ulang distribusi energi itu menjadi bagian dari perjuangan menjamin hak-hak rakyat. Bagi Bahlil, ini adalah kesempatan untuk partainya menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.