MEDIA24.ID, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menyambut kedatangan Ode Nandra, seorang pebiliar cilik, yang datang bersama ayahnya, Dewa Made Artawan, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta.
"Halo Ode, bagaimana pengalaman kemarin melawan juara dunia?" tanya Menpora Dito.
Menpora kemudian melanjutkan dengan beberapa pertanyaan kepada ayah Ode yang turut hadir mendampingi.
Baca Juga: Statistik Jelang Spanyol vs Kroasia: Mampukah La Furia Roja Kembali Menguasai Vatreni?
"Bagaimana awalnya Ode tertarik dengan biliar? Apakah Ode berniat untuk serius dalam bidang ini? Tetapi pastinya sekolah juga harus tetap menjadi prioritas, bukan? Sudah berapa banyak kejuaraan yang diikuti? Dan kapan yang terakhir kali Ode mengikuti kejuaraan?" tanya Menpora Dito, yang dijawab dengan riuh hangat canda tawa.
Ode Nandra adalah pebiliar cilik berusia 10 tahun, berasal dari Banjar Teges Kaja, Gianyar, Bali yang viral di media sosial.
Menpora Dito, setelah mengetahui hal tersebut, kemudian mengirimkan tim scouting untuk Ode dengan tujuan memberikan pendidikan dan pembinaan agar dapat mengembangkan bakatnya sebagai atlet biliar dan mencapai prestasi di tingkat regional dan internasional.
Baca Juga: Haji 2024: Gelombang Jemaah Indonesia Berdatangan ke Arafah
Ode, yang saat ini bersekolah di kelas IV Sekolah Dasar dengan nama lengkap Dewa Gede Tria Nandrawan, baru-baru ini berpartisipasi dalam acara ekshibisi biliar kelas dunia PB POBSI yang berjudul '10 Ball The Real King' di Atrium F3, FX Mall Jakarta, satu hari sebelumnya.
Pameran ini menampilkan dua pebiliar juara dunia, yakni Francisco Sanchez Ruiz dari Spanyol dan Albin Ouschan dari Austria.
Dalam acara tersebut, Ode berpasangan dengan Francisco melawan Albin Ouschan yang berpasangan dengan pebiliar muda dari Jakarta, Kenny Franson.
Baca Juga: Puncak Haji Tiba, Jemaah Indonesia Menuju Arafah untuk Wukuf
Menpora Dito mengingatkan untuk terus membina bakat Ode, termasuk menjadi anggota klub biliar yang terkemuka di Bali.
Komunikasi dengan PB POBSI juga perlu dipertahankan.