“Kredibilitas LKP harus dijaga dengan memastikan kualitas lulusan yang memiliki soft skill,” kata Rediyasa.
Ia menceritakan bahwa dengan menjaga kualitas dan kredibilitas, banyak industri bermitra dengan LKP OTC dan memberangkatkan banyak sekali lulusan ke luar negeri.
Dari Subang, Jawa Barat, Kepala SMKN 2 Subang, Deden Suryanto, menyampaikan hal senada. Ia melihat peluang kerja sama antara SMK dengan industri semakin terbuka lebar. Hal tersebut membuat ia dan tim menerapkan pembelajaran yang membina hard skill, dan soft skill, serta berfokus pada outcome menghadirkan lulusan yang memiliki kompetensi berdaya saing global.
Deden menyampaikan, SMKN 2 Subang sejak tahun 2005 sudah memberangkatkan lulusan ke luar negeri. Total ada lebih dari 500 alumni yang sudah di Jepang, 200 di Korea, dan di beberapa negara lain. Lulusan yang mendapatkan pekerjaan di luar negeri juga berangkat dengan ragam kompetensi, seperti rekayasa perangkat lunak, teknik pengendalian industri, pengolahan makanan, perikanan, dan lain-lain.
Sebagaimana I Wayan Rediyasa dan Deden Suryanto mengharapkan kualitas terbaik lulusan LKP dan SMK dapat bekerja profesional di luar negeri, Kemendikdasmen turut berupaya dapat menghubungkan ekosistem pendidikan secara langsung dengan sektor industri.
Melalui perjanjian kerja sama dengan KP2MI/BP2MI dan Kemenaker, Kemendikdasmen berharap dapat memperkuat sistem penempatan tenaga kerja, khususnya bagi lulusan pendidikan vokasi yang ingin bekerja di luar negeri.
Upaya ini diharapkan dapat mendorong lulusan vokasi berkompetisi di pasar global dengan keterampilan yang memadai dan tetap menjaga perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, serta meningkatkan akses informasi dan peluang kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Kami berharap, kerja sama ini akan dapat memberikan dampak positif dan membuka peluang-peluang lain ke depannya, dalam usaha kita melakukan pengembangan pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan global,” kata Tatang Muttaqin selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK saat penandatanganan perjanjian kerja sama.
Sebagai upaya untuk mendorong persiapan Pekerja Migran Indonesia dari SMK, Kemendikdasmen telah melakukan intervensi dalam bentuk Bantuan Pemerintah Penguatan Persiapan Program Magang Luar Negeri Tahun 2024 kepada 113 SMK. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan peserta didik dalam menghadapi tantangan di dunia kerja global.
Berdasarkan data per Februari 2024, jumlah lulusan yang telah dan akan berangkat ke luar negeri pada tahun ini mencapai 913 orang. Sementara itu, estimasi keberangkatan pada tahun 2025 diperkirakan paling banyak terjadi pada periode Juni hingga Agustus, dengan jumlah peserta sebanyak 368 lulusan.
Bidang keahlian yang diminati oleh peserta meliputi caregiver (kesehatan), kemaritiman, perhotelan, dan manufaktur. Negara tujuan utama adalah Jepang, Korea Selatan, dan Jerman. ***