MEDIA24.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Gizi Nasional hari ini secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman yang bertujuan memperkuat kerja sama dalam meningkatkan pemenuhan gizi bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Acara yang berlangsung di Gedung A, Lantai 3, Kemendikdasmen ini menandai langkah strategis pemerintah dalam menciptakan generasi bangsa yang lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045.
Pendidikan yang berkualitas tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan peserta didik. Status gizi yang baik berperan besar dalam mendukung perkembangan kognitif, meningkatkan daya konsentrasi, serta memperbaiki prestasi akademik anak-anak di sekolah.
Baca Juga: Badan Bahasa Kemendikdasmen Sebut Peserta UKBI Sudah Tembus 1 Juta
Namun, tantangan yang dihadapi saat ini masih cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Indonesia masih berada di angka 8,53 persen.
Ini menunjukkan bahwa masih banyak anak yang belum mendapatkan asupan gizi yang memadai, baik dari segi jumlah maupun kualitas.
Selain itu, tantangan gizi anak di Indonesia juga semakin kompleks, dengan tingginya angka kekurangan zat gizi mikro yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas akibat pola makan yang tidak sehat.
Baca Juga: Siapkan Tenaga Kerja Migran Profesional: Kemendikdasmen, KP2MI, dan Kemenaker Perkuat Kolaborasi
Menanggapi kondisi ini, pemerintah telah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya nasional dalam memastikan anak-anak mendapatkan akses makanan sehat dan bergizi.
Program ini merupakan inisiatif Badan Gizi Nasional sebagai sektor utama, dengan Kemendikdasmen berperan sebagai sistem pendukung dalam implementasinya di lingkungan sekolah.
Program MBG mulai dijalankan secara penuh pada Januari 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kesehatan anak-anak di sekolah.
Sebelumnya, berbagai inisiatif telah dijalankan untuk mendukung program ini, salah satunya Gerakan Sekolah Sehat (GSS), yang mengedepankan lima aspek utama, yaitu Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan.
Inisiatif-inisiatif tersebut menjadi bagian dari sistem pendukung yang memastikan keberlanjutan dan efektivitas program MBG dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak.
Nota Kesepahaman yang ditandatangani hari ini menjadi landasan penting bagi pelaksanaan program ini, dengan tujuan utama memastikan kerja sama yang lebih erat antara Kemendikdasmen dan Badan Gizi Nasional dalam mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi di lingkungan sekolah.