"Kami akan segera mengambil keputusan dan mulai berlaku tanggal 2 Mei 2025, yaitu mereka, orang tuanya bisa menghubungi Koordinator Penanganan Kenakalan Remaja setempat," bebernya.
Pendidikan di kompleks militer tersebut akan dijalani hingga ada perubahan sikap yang ditunjukkan seperti menjadi anak yang punya kesadaran, anak yang berbakti pada orang tua, sayang pada sesama, dan menjaga lingkungannya.
Menurut Dedi, program ini merupakan langkah darurat yang harus ditempuh. Ia mengkhawatirkan anak-anak yang terjebak dalam lingkaran kenakalan tersebut akan kehilangan masa depan.
"Karena apa? Kalau tidak ada pemimpin yang berani seperti ini, saya khawatir banyak anak yang kehilangan masa depan," pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Gubernur Dedi Mulyadi Tanggapi Kasus Dugaan Kekerasan dan Eksploitasi Mantan Pemain Sirkus OCI
Dedi Mulyadi Dapat Ancaman Bom dan Pembunuhan, Tetap Tegas Lawan Premanisme