MEDIA24.ID, JAKARTA-Deep Learning disebut-sebut bakal menggantikan kurikulum merdeka yang saat ini sedang diterapkan. Sebenarnya apakah pembelajaran Deep Learning itu?
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti pun memberikan bocoran tentang wacana pergantian kurikulum.
Dalam video yang diunggah akun Instagram, Ketua Umum Matematika Nusantara Moch. Fatkoer Rohman, Abdul Mu’ti menyebut pembelajaran akan diarahkan kepada yang ia sebut sebagai “Deep Learning”.
Baca Juga: Mendikdasmen Bakal Segera Umumkan Kenaikan Gaji Guru
Menurut Mu’ti, terdapat tiga metode utama dalam pembelajaran Deep Learning yaitu mindfull, meaningfull, dan joyfull.
Konsep pembelajaran ini akan direncanakan Mu’ti untuk kurikulum baru dan bukan kurikulum Merdeka seperti yang berlaku saat ini.
Mu'ti menjelaskan, pembelajaran Deep Learning bukan konsep baru, tetapi sudah lama berkembang.
Mu’ti mengatakan, pembelajaran Deep Learning ini nantinya akan mengurangi mata pelajaran sehingga tidak terlalu banyak.
“Mata pelajarannya itu nanti dikurangi. Mata pelajarannya mungkin ringan, tetapi cara menjelaskannya mendalam,” ujarnya dikutip dari instagram @fatkoer.
Dalam konsep ini, siswa didorong untuk ikut berpikir dan terlibat langsung dalam pembelajaran, sehingga siswa memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi dan mengklasifikasi informasi.
Pembelajaran Deep Learning juga menekankan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari dan manfaatnya, sehingga dapat menambah motivasi belajar siswa.
Namun, pemberlakuan kurikulum Deep Learning disebut baru sebagai arah pembelajaran, dan tidak segera diterapkan dalam waktu dekat.
Menurut Mu’ti, sangat tidak memungkinkan untuk langsung mengganti kurikulum dalam waktu saat ini.
Artikel Terkait
Penguatan Matematika, Mendikdasmen Berikan Pelajaran mulai dari TK