Menag Tegaskan Komitmen Tuntaskan PPG Guru Madrasah dan Agama dalam Dua Tahun

Photo Author
Moh Purwadi, Media 24
- Rabu, 11 Desember 2024 | 09:02 WIB
Guru madrasah (Foto/Dok/Media24)
Guru madrasah (Foto/Dok/Media24)

MEDIA24.ID, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk menuntaskan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru madrasah dan guru agama pada lembaga pendidikan agama dan keagamaan lainnya.

Pernyataan ini disampaikan saat puncak peringatan Hari Guru Nasional Kementerian Agama yang berlangsung pada Jumat (29/11/2024).

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa program PPG ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di lingkungan pendidikan agama.

Baca Juga: Kabar Gembira! Kemenag Anggarkan  Rp897 Miliar untuk Guru Non PNS

"Kami menargetkan program ini selesai dalam waktu dua tahun. Ini adalah prioritas kami untuk menciptakan kualitas pendidikan agama yang lebih baik di Indonesia," tegasnya.

Komitmen Menteri Agama ini langsung direspons cepat oleh jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis). Sejumlah langkah konkrit telah dirumuskan untuk memastikan program ini berjalan sesuai target, baik dari segi kebijakan maupun dukungan anggaran.

Dirjen Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa pihaknya akan melalukan akselerasi penuntasan PPG bagi guru madrasah. Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus memastikan kualitas pendidikan madrasah dapat berjalan seiring.

Baca Juga: Gaji Guru Naik di Tahun 2025, Berapa Hitungan Kenaikannya?

Menurutnya, saat ini tercatat ada 484.768 guru madrasah masih belum mengikuti PPG. Ini belum termasuk guru Pendidikan Agama Islam dan agama lainnya pada sekolah.

"Semua guru madrasah, baik negeri maupun swasta yang belum memiliki sertifikat pendidik dan telah memenuhi syarat (eligibel) akan diikutkan PPG dalam jangka waktu dua tahun ke depan. Prosesnya pun lebih simpel dengan dilakukan seleksi adminaitrasi dan portofolio guru," katanya di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

Abu Rokhmad menjelaskan bahwa Kemenag akan mengadopsi pola PPG Transformasi yang diterapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan menambahkan komponen pendampingan.

“Model PPG Transformasi Plus Pendampingan ini dirancang sepenuhnya berbasis online, menggunakan LMS yang dilaksanakan oleh LPTK. Para peserta belajar secara mandiri ditambah beberapa sesi interaksi untuk pendampingan dan penguatan materi kepada para guru,” jelasnya.

Dengan pendekatan ini, biaya pelaksanaan PPG jauh lebih efisien. Tahun depan, biaya PPG diperkirakan hanya berkisar Rp800.000 hingga Rp850.000 per peserta, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Insya Allah seluruh biaya PPG akan dicover melalui dana APBN", tandasnya.

Pihaknya memastikan bahwa guru yang akan diikutkan PPG telah dilakukan validasi data oleh verifikator. “Validasi dan verifikasi sangat penting, terutama untuk menentukan guru-guru yang memenuhi syarat PPG. Guru yang belum S1 atau belum setahun mengajar, sesuai regulasi, belum bisa mengikuti PPG,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Moh Purwadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X