MEDIA24.ID - Dalam beberapa hari terakhir, aplikasi Jagat mencuri perhatian publik berkat fitur Treasure Hunt-nya, yaitu perburuan "Koin Jagat" yang viral di media sosial.
Aplikasi ini, yang ternyata diciptakan oleh Barry Beagen, lulusan MIT asal Indonesia, sudah digunakan di berbagai negara seperti Jepang, Taiwan, dan Prancis.
Bahkan, Jagat berhasil merajai peringkat Google Play Store, mengalahkan raksasa seperti TikTok dan WhatsApp.
Baca Juga: Usulan DPD Soal Zakat Danai Makan Bergizi Gratis, PBNU hingga Baznas Angkat Bicara
Menurut Barry, Jagat dirancang untuk mempererat hubungan antar manusia di dunia nyata.
"Kami ingin menciptakan aplikasi sosial yang fokus pada interaksi nyata, bukan sekadar scrolling pasif," ungkapnya melalui akun Instagram resmi @jagatapp_id.
Jagat hadir dengan berbagai fitur menarik seperti:
Baca Juga: Viral Koin Jagat, Berburu Harta Digital Tapi Timbulkan Kontroversi
Location Sharing: Memudahkan pengguna melacak lokasi teman atau keluarga secara real-time.
NOW: Membagikan momen seru melalui foto atau video secara langsung.
Your World & Status Update: Rekomendasi lokasi favorit dan pembaruan status aktivitas.
Relationship Status: Menampilkan status hubungan pengguna, menjadikan aplikasi ini lebih personal.
Aplikasi ini juga telah mendapatkan pendanaan Seri A dari investor Asia Tenggara, termasuk Northstar Group dan Advanced Intelligence Group, sebagaimana dilaporkan oleh TechCrunch.
Baca Juga: Pro Kontra Libur Sekolah Selama Ramadan, Waktu Istirahat atau Tantangan Baru?
Fitur perburuan Koin Jagat menjadi viral karena menawarkan hadiah uang tunai hingga Rp 100 juta. Namun, aktivitas ini menuai kritik karena menyebabkan kerusakan fasilitas umum di berbagai lokasi seperti taman kota Bandung dan Gelora Bung Karno di Jakarta.
Artikel Terkait
Pro Kontra Libur Sekolah Selama Ramadan, Waktu Istirahat atau Tantangan Baru?
Viral Koin Jagat, Berburu Harta Digital Tapi Timbulkan Kontroversi
Usulan DPD Soal Zakat Danai Makan Bergizi Gratis, PBNU hingga Baznas Angkat Bicara