MEDIA24.ID - Aplikasi Jagat dengan fitur Koin Jagat berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia, terutama pengguna TikTok.
Permainan ini menawarkan pengalaman berburu koin virtual yang tersebar di lokasi-lokasi publik di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Setiap koin yang ditemukan dapat ditukarkan dengan hadiah uang tunai yang menggiurkan. Nilainya bervariasi, mulai dari Rp300.000 hingga jutaan rupiah, menjadikan fitur ini favorit baru para pengguna aplikasi Jagat.
Baca Juga: Persiapan Haji 2025 Hampir Final, Ini Penjelasan Menteri Agama Nasaruddin Umar
Namun, meski menghadirkan keseruan, permainan ini tidak lepas dari kontroversi. Dampaknya terhadap fasilitas umum menjadi sorotan utama.
Jagat awalnya dikenal sebagai aplikasi sosial untuk menjaga konektivitas antar keluarga dan teman.
Dengan fitur pelacakan lokasi dan notifikasi aktivitas, Jagat mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengguna.
Namun, fitur "Koin Jagat" lah yang membuat aplikasi ini semakin viral. Para pengguna dapat berburu koin di ruang publik, seperti taman kota, jalan raya, hingga kawasan olahraga.
Baca Juga: Pro dan Kontra Rencana Libur Sekolah Selama Ramadan, Antara Peluang Beribadah dan Tantangan Belajar
Koin Perunggu hingga Koin Emas memberikan hadiah besar, yang membuat banyak orang rela mengeksplorasi kota untuk mencarinya.
Di balik popularitasnya, Koin Jagat menuai protes dari berbagai pihak. Beberapa fasilitas umum dilaporkan rusak akibat aktivitas berburu koin yang tidak terkendali.
Jakarta: Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) mengalami kerusakan pada tanaman, paving block, dan tiang lampu akibat ulah pemburu koin.
Bandung: Taman Tegalega dan Taman Sukajadi juga rusak parah, dengan lantai taman yang dibongkar dan tanaman yang diinjak-injak.
Artikel Terkait
Rencana Libur Sekolah Selama Ramadan, Keputusan Final Tunggu Surat Edaran
Pro dan Kontra Rencana Libur Sekolah Selama Ramadan, Antara Peluang Beribadah dan Tantangan Belajar
Persiapan Haji 2025 Hampir Final, Ini Penjelasan Menteri Agama Nasaruddin Umar