Polisi bahkan membuka peluang memanggil pengembang aplikasi akibat laporan kerusakan fasilitas publik. Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang merusak fasilitas umum.
Menanggapi kontroversi ini, pihak Jagat berjanji akan berdiskusi dengan pemerintah untuk memastikan permainan ini tidak berdampak buruk pada lingkungan. Mereka juga mengimbau pengguna agar tetap menjaga fasilitas publik saat bermain.
Jagat adalah bukti inovasi karya anak bangsa yang mampu bersaing di kancah global.
Namun, tantangan seperti kerusakan fasilitas publik akibat fitur Treasure Hunt harus ditangani serius agar aplikasi ini tetap menjadi kebanggaan sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Pro Kontra Libur Sekolah Selama Ramadan, Waktu Istirahat atau Tantangan Baru?
Viral Koin Jagat, Berburu Harta Digital Tapi Timbulkan Kontroversi
Usulan DPD Soal Zakat Danai Makan Bergizi Gratis, PBNU hingga Baznas Angkat Bicara