Apa itu Megathrust, Fenomena Alam di Cincin Api Pasifik

Photo Author
Tiffany Sukotjo, Media 24
- Selasa, 21 Januari 2025 | 08:00 WIB
Gempa bumi megathrust.  ((Foto Freepik)  )
Gempa bumi megathrust. ((Foto Freepik) )

MEDIA24.ID, JAKARTA --  Sebagai negara yang berada di Cincin Api Pasifik, Indonesia menghadapi berbagai potensi bencana alam, salah satunya adalah ancaman Megathrust.

Fenomena ini sering menjadi perhatian karena berpotensi memicu gempa bumi besar yang dapat berdampak luas.

Baca Juga: Gempa M 6,8 Guncang Miyazaki dan Tsunami Terdeteksi di Jepang

Apa Itu Megathrust?

Sebelum memahami Megathrust, penting untuk mengenal istilah thrust atau sesar naik. Dalam ilmu geologi, sesar merupakan patahan yang terbentuk akibat gaya endogen.

Sesar terbagi menjadi tiga jenis:

  1. Sesar Mendatar (Strike-slip Fault): Terjadi akibat gaya horizontal yang menggeser batuan secara sejajar.
  2. Sesar Turun (Normal Fault): Disebabkan oleh gaya vertikal yang mendorong salah satu bidang batuan ke bawah.
  3. Sesar Naik (Thrust Fault): Terjadi ketika batuan terdorong ke atas akibat tekanan horizontal.

Megathrust adalah jenis sesar naik yang sangat besar dan biasanya berada di zona subduksi, yaitu area satu lempeng tektonik menyelam di bawah lempeng lainnya.

Contohnya, di selatan Pulau Jawa, terdapat zona subduksi akibat tumbukan antara Lempeng India-Australia dan Lempeng Eurasia.

Lokasi ini menjadi sumber energi besar yang dapat memicu gempa bumi berkekuatan tinggi, dikenal sebagai gempa Megathrust.

Baca Juga: Antisipasi Megathrust: Berikut Tips Mitigasi Bencana dari Para Ahli

Seberapa Berbahaya Gempa Megathrust?

Menurut Nuraini Rahma Hanifa, peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), segmen Megathrust di selatan Jawa, termasuk Selat Sunda, memiliki potensi energi tektonik yang signifikan.

Diperkirakan, energi ini dapat memicu gempa berkekuatan magnitudo 8,7 hingga 9,1.

Yogi Adi Prasetya, ST, MSc, dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed menjelaskan potensi ini tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Meskipun gempa di zona subduksi dapat terjadi kapan saja, gempa berkekuatan besar seperti itu memerlukan akumulasi energi selama waktu yang lama.

Baca Juga: Waspada Megathurst Mengancam, Ini 11 Poin yang Harus Diperhatikan saat Terjadi Gempa

Halaman:

Editor: Tiffany Sukotjo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X