MEDIA24.ID, JAKARTA-Setelah melarang kegiatan study tour, kini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali membuat kebijakan baru untuk para pelajar.
Baru-baru ini, Dedi Mulyadi mengimbau agar para orang tua murid tidak boleh mengantarkan apalagi menunggu anaknya di sekolah.
Aturan baru itu dibuat agar mengantisipasi wali murid agar tidak menimbulkan tuduhan negatif terhadap sekolah.
Baca Juga: Menteri yang Rajin Pasang Plang Segel Bangunan, Dedi Mulyadi Ingatkan Langsung Bongkar!
"Saya tidak mau ke depan anak diantar oleh orang tuanya ke sekolah, orang tuanya kumpul di depan kelas," kata Dedi Mulyadi dikutip dari akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, Jumat (14/3/2025).
Selain itu, dikhawatirkan orang tua murid saling membicarakan dan mengintervensi guru.
"Mereka saling ngomongin satu sama lain, membuat klub di kelas mengintervensi gurunya, nanti mengatur guru, yang akhirnya bisa menimbulkan keributan," ungkapnya.
DediBaca Juga: Berjanji pada Warga Jawa Barat, Dedi Mulyadi: Tak Boleh Lagi Ada Banjir
Menurutnya, segala yang berada di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab seorang guru.
Sehingga, orang tua murid tidak turut campur dalam proses pendidikan yang sedang berlangsung.
"Di sekolah tuh udah urusan guru, nanti di sekolah kasih pagar yang tinggi kasih gembok kunci gak boleh selama pembelajaran," tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga meminta agar tidak ada lagi motor yang menumpuk di depan sekolah.
"Orang tua murid harus pulang. Tidak boleh ada tumpukan motor di depan sekolah, kenapa? mengganggu," ujarnya.
Nanti malah pada bertengkar. Siapa yang jadi korban? Ya kita semua. Ini penting, ini orang Sunda apa, salah satu contoh budaya yang harus diubah di Jawa Barat," tutup Dedi Mulyadi.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Soroti Normalisasi Sungai di Bekasi Lambat karena Masalah Lahan