"Gue sama Sarwendah itu baik-baik saja. Saya selalu mendukung apa pun yang terbaik," jelas Ruben.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada toleransi ketika seorang anak menjadi korban perundungan di media sosial, terlebih saat tuduhan tidak berdasar mulai menyebar luas dan menyentuh privasi keluarga.
"Saat anak sudah di-bully, buat gue sudah kelewat batas. Sudah kejauhan mainnya," tegasnya.
Baca Juga: Pencairan BSU 2025 Batas Akhir 31 Juli, Tak Dicairkan Akan Kembali ke Kas Negara
Lebih lanjut, Ruben menyayangkan bahwa pembelaan yang ia lakukan untuk anaknya justru ditarik-tarik ke dalam urusan pribadi dan rumah tangga masa lalunya, yang menurutnya sama sekali tidak relevan.
"Ketika kita lagi melakukan pembelaan ke anak, kemudian dikaitkan padahal enggak ada kaitannya, maka saya akan bergerak. Saya enggak ada urusan sama kehidupan sama mantan istri," tutupnya.
Pernyataan Ruben ini pun menuai simpati dari publik dan netizen, yang menganggap bahwa tindakan tegas tersebut memang layak dilakukan, mengingat makin maraknya kasus cyberbullying terhadap anak-anak publik figur.
Banyak yang mendukung langkah Ruben agar pelaku perundungan bisa ditindak secara hukum demi memberikan efek jera.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Baca Juga: Indonesian Institute for Human Fraternity Diluncurkan, Bertekad Melembagakan Persaudaraan Manusia
Kebebasan berpendapat bukan berarti bebas menghina atau menyebar fitnah, terlebih terhadap anak di bawah umur yang tidak berdaya dan tidak punya kuasa untuk membela diri.
Ruben Onsu menegaskan, sebagai ayah, ia akan berdiri paling depan melindungi anak-anaknya dari segala bentuk ancaman, baik di dunia nyata maupun digital. Dan jika pernyataannya ini masih dianggap ancaman, maka ia dengan lantang berkata: "Saya serius."
Artikel Terkait
Ricoh Image Scanners Raih Sertifikasi TKDN, Perkuat Kontribusi bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Kurikulum Berbasis Cinta Diluncurkan, Kemenag Terbitkan Panduan untuk Para Guru
Ernest Prakasa Dicatut dalam Kasus Penipuan BSU, Kemenkes Tegaskan Itu Hoaks