Peringati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Angkie Yudistia Launching Inclusive Scarves Series Terbaru

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Jumat, 26 September 2025 | 19:06 WIB
Acara spesial launching Inclusive Scarves hari bersama Angkie Yudistia dengan para santriwati Pesantren Tahfiz Difabel K.H Lutfi Fathullah BAZNAS (BAZIS) Jakarta
Acara spesial launching Inclusive Scarves hari bersama Angkie Yudistia dengan para santriwati Pesantren Tahfiz Difabel K.H Lutfi Fathullah BAZNAS (BAZIS) Jakarta

"Dengan Basic Alfabet BISINDO & SIBI yang menyertai, setiap gerakan tangan menjadi pesan cinta yang melampaui kata. Pesan inklusifnya semua bisa sambil belajar bahasa isyarat melalui card tersebut," kata Angkie Yudistia, di Jakarta, Jumat 26 September 2025.

Koleksi Inclusive Scarves berbagai series dapat diorder secara online melalui platform Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop @inclusive_idn.

Untuk itu, pesan khusus dari Angkie Yudistia dalam rangka Hari Bahasa Isyarat Internasional, yang diperingati setiap tanggal 23 September ini dimaknai sangat berarti.

"Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, sebuah pengingat bahwa bahasa bukan hanya bunyi, tetapi juga gerakan, ekspresi, dan jembatan yang menghubungkan hati manusia. Bahasa isyarat adalah bukti bahwa komunikasi selalu menemukan jalan, tanpa batas suara, tetap penuh makna," ucapnya.

Baca Juga: Lukman Hakim: Ditjen Pesantren Penting untuk Jaga Moderasi Beragama dan Kemandirian

Ia menyebut, dengan bahasa isyarat, seseorang bisa belajar kesetaraan, karena setiap tangan yang berbicara menyampaikan identitas, dan cara pandang yang tak kalah kaya. Ia mengajarkan kerendahan hati untuk melihat, kebijaksanaan untuk memahami, dan keberanian untuk didengar meski tanpa suara.

"Hari Bahasa Isyarat Internasional bukan sekadar perayaan komunitas Tuli, tetapi juga ajakan untuk menghormati keragaman bahasa yang menyatukan kita. Setiap bahasa isyarat adalah cahaya, dan setiap upaya merawatnya adalah menjaga sebuah dunia pengetahuan, kisah, dan doa yang berharga. Tetap kedepankan inklusivitas pada setiap langkah sehari-harinya," tambahnya.

Untuk itu, dirinya mengajak agar masyarakat luas dapat sama-sama belajar bahasa isyarat, untuk mewujudkan inklusivitas.

Baca Juga: ASICS Gelar Jakarta : Speed : Race, Ajang Lari 5K Eksklusif Performa

"Mari kita jaga bahasa isyarat bersama bahasa lain di dunia. Karena dengan merawat bahasa, kita menjaga jati diri, dan dengan menghargai keberagaman bahasa, kita merawat kemanusiaan," tuturnya.***

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X