Hatinya pedih melihat anaknya tak bisa belajar hanya karena kondisi fisiknya. Namun, keajaiban datang salah satunya lewat rekomendasi Dinas Sosial. Ikbal akhirnya bisa bersekolah di SD, meski tetap harus berjuang mengejar ketertinggalannya dalam membaca dan menulis.
Di sekolah, Ikbal menghadapi tantangan lain. Ia harus melawan stigma dan cemoohan. Bahkan ketika ingin sholat di masjid, ia mendapatkan perlakuan tak mengenakkan. Hati Marliani hancur saat mendengar putranya menangis karena perlakuan orang-orang yang tak mengerti perjuangannya.
“Terus katanya, gini ya mah nasib orang cacat mah, orang ga punya kaki ya mah, aku bikinin kaki dong mah, kaki aku tumbuh ga si mah? hati kita sebagai ibu sakit karena sampai segitunya gara gara kaki,” jelas Marliani menceritakan keluh kesah sang anak.
Namun, kebaikan akan selalu menemukan kebaikan. Masih ada tangan-tangan baik yang meringankan langkah mereka. Bantuan dari Dompet Dhuafa yang berkolaborasi dengan Yayasan Nurul Hikmah menjadi salah satu berkah yang membantu mereka bertahan.
Baca Juga: Kemenag Salurkan 1,7 Juta Bingkisan di Festival Ramadan Bimas Islam 2025
Meski hidup penuh cobaan, Marliani tetap bersyukur. Ia tak pernah meminta banyak, hanya ingin melihat Ikbal tumbuh dengan bahagia, tanpa merasa berbeda.
Di pertengahan Ramadan 1446, Ikbal adalah satu dari 50 anak yatim dan anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan bantuan Parsel Ramadan dan santunan dari kebaikan donatur yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa.
Tinggal menghitung hari menuju hari kemenangan, yang Ikbal inginkan adalah membeli baju lebaran untuk di hari raya.
“Kata Ikbal mah aku lebaran beli baju baru ya mah, orang-orang udah pada beli baju baru mah, terus kemarin Ikbal bilang mamah ada undangan nih mah, bukber, mamah nanti kalau aku dapet amplop buat beli baju lebaran ya mamah,” lanjut Ikbal.
Baca Juga: Khofifah dan PP Muslimat NU Salurkan 1.000 Paket Lebaran dari Jusuf Kalla
Menepis ungkapan Marliani tentang perbedaan perlakuan yang dirasakan sang anak, pada kesempatan ini Yayasan Nurul Hikmah yang berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa mengadakan Ramadan Bersahabat.
Dimana kegiatan ini selain memberikan Parsel Ramadan dan Santunan tetapi juga untuk memberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki hak yang sama sekalipun mereka memiliki sebuah keterbatasan.
“Kami menerima anak reguler dan anak berkebutuhan khusus yang memang harusnya hidup berdampingan dengan hak yang sama memperoleh pendidikan yang sama. Hari ini kita duduk berdampingan antara anak-anak reguler, dan anak-anak berkebutuhan khusus mereka senang, mereka gembira. Kami hanya ingin membuktikan bahwa berbagi kasih sayang terus berdampingan dengan ABK itu tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujar Shofa Basal, Kepala Program dan Kurikulum Yayasan Nurul Hikmah.
Parsel Ramadan Dompet Dhuafa diharapkan menjadi penguat bagi mereka yang tengah berjuang dan hidup berdampingan dengan keterbatasan. Parsel Ramadan diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
“Parsel Ramadan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dan cinta dari para donatur dan juga sebagai hadiah di bulan suci ramadan, harapannya semoga adik-adik kita tambah semangat menuntut ilmu, menjadi anak soleh dan solehah dan menjadi harapan bangsa. Selain itu, kita juga menyalurkan Parsel Ramadan untuk marbot masjid, fakir miskin, janda dan dhuafa,” kata Cipto Dewantoro sebagai perwakilan Dompet Dhuafa.
Artikel Terkait
Sambut Ramadan 1446 H, Dompet Dhuafa Gulirkan Program Zakat untuk Masyarakat
Dompet Dhuafa Kirim Tim Kemanusiaan ke Palestina hingga Kirim Ratusan Dai Ke Belasan Negara
Dompet Dhuafa Bersama Marcella Zalianty dan Chef Amanda, Siapkan Ratusan Porsi Menu Berbuka Puasa
Parcel Ramadan Dompet Dhuafa, Bingkisan Penuh Makna Kebahagiaan dan Kebaikan
Berikan Edukasi Mitigasi Bencana, Dompet Dhuafa Gelar Program Grebek Kampung di Jakarta Timur