MEDIA24.ID, YOGYAKARTA – Polemik terkait proses kenaikan jabatan seorang dosen Universitas Gadjah Mada atau UGM Yogyakarta kembali menjadi sorotan publik.
Kasus ini bermula dari tuduhan Noer Kasanah, seorang dosen di Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM, yang menyatakan bahwa institusi menghambat pengajuan kenaikan pangkatnya secara sistematis.
Namun, UGM Yogyakarta membantah tuduhan dan memberikan penjelasan mendalam terkait prosedur serta alasan administratif di balik keputusan tersebut.
Dalam klarifikasinya, Sekretaris Universitas, Direktorat Sumber Daya Manusia, Biro Hukum dan Organisasi, serta Bidang Humas dan Pemberitaan UGM Yogyakarta menjelaskan bahwa semua langkah yang diambil telah sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kenaikan jabatan akademik di UGM, termasuk menjadi Guru Besar, melibatkan evaluasi menyeluruh yang mencakup kinerja akademik, kontribusi penelitian, pengabdian masyarakat, serta kepatuhan terhadap kode etik.
Baca Juga: Saat Mantan Aktivis Berangkatkan Ribuan Mahasiswa KKN UGM Yogyakarta, Pesannya Pahami Keluhan Rakyat
“Hambatan yang dialami bukanlah persoalan ‘like and dislike’ sebagaimana disampaikan, tetapi terkait pelanggaran kode etik dosen,” ujar UGM dalam siaran pers.
UGM juga juga menegaskan bahwa mereka berkomitmen memberikan kesempatan karier yang setara tanpa diskriminasi, asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Kasus ini tidak muncul secara tiba-tiba. UGM memaparkan bahwa sejak dipindahkan ke Departemen Perikanan pada tahun 2011, Noer Kasanah telah beberapa kali mengalami permasalahan terkait hubungan profesional dengan rekan sejawat maupun mahasiswa.
Baca Juga: Bagaimana Ibu Bekerja Atasi Stres, Ini Kata Psikolog UGM Yogyakarta
Berkonflik dengan Rekan Kerja
Catatan kronologi menyebutkan adanya konflik sejak 2012, termasuk unggahan di media sosial yang dinilai merendahkan institusi dan rekan kerja.
Pada 2015 dia dipindahkan ke Laboratorium Terpadu Agrokompleks UGM untuk meminimalkan dampak negatif dari persoalan yang terjadi.
Selama periode 2016–2020, UGM juga telah memberikan pembinaan intensif, meskipun hasilnya dinilai tidak memadai.
Artikel Terkait
Masyarakat India Diserang Wabah Rambut Rontok, Warganya Bisa Botak dalam Waktu Singkat
BMKG Prediksi Hujan Ringan Mengguyur Kota-kota Besar di Indonesia Hari Ini
Libur Sekolah Bulan Ramadhan Diputuskan Empat Kementerian pada Hari Ini
Nikmati 5 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Pasar Senen Jakarta, Banyak Pilihan Menu yang Lezat
Marak Hoaks Loker Petugas Haji, Kabiro HKP: Waspada! Cek Infonya di Web dan Medsos Kemenag