PMI Meninggal Dunia di Hongkong, Uya Kuya dan Astrid Bantu Pulangkan Jenazah Okie ke Jawa Tengah

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Minggu, 23 Februari 2025 | 12:05 WIB
Uya Kuya dan Astrid Kuya pulangkan WNI yang meninggal dunia di Hongkong (instagram.com/amanatnasional)
Uya Kuya dan Astrid Kuya pulangkan WNI yang meninggal dunia di Hongkong (instagram.com/amanatnasional)

MEDIA24.ID - Anggota DPR RI Komisi IX dari Partai Amanat Nasional (PAN), Uya Kuya, bersama istrinya, Astrid Kuya, turut membantu pemulangan jenazah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Amerika Serikat, Okie Cardinal.

Okie meninggal dunia secara mendadak saat sedang transit di Bandara Hongkong, pada Jumat 21 Februari 2025, Uya Kuya dan Astrid hadir di ruang kargo jenazah di Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut kepulangan jenazah.

Astrid Kuya menjelaskan bahwa Okie bekerja di sebuah restoran di Arkansas, Amerika Serikat. Namun, akibat cuaca ekstrem, kondisi kesehatannya memburuk, sehingga ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Kunjungi 5 Cafe Instagramable di Jakarta Selatan, Cocok untuk Tempat Nongkrong Anak Muda

"Namun ternyata almarhum tiba-tiba pingsan di Bandara Hongkong dan dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia karena pneumonia," ujar Astrid dalam siaran persnya.

Koordinasi dan Bantuan Pemulangan
Keluarga Okie segera menghubungi Yuni, seorang aktivis pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong yang juga sahabat Astrid.

Yuni kemudian mengoordinasikan jaringan PMI di berbagai negara untuk menggalang dana demi memulangkan jenazah ke kampung halamannya di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baca Juga: Keren Abis! HP Samsung Galaxy A54 5G Dibekali Sertifikasi IP67 Tahan Air Hingga 1 Meter dengan Kamera 50MP

“Kita juga berkoordinasi dengan Muhammad Hatta yang sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi PAN untuk dapil Jawa Tengah,” kata Astrid, yang juga merupakan anggota DPRD DKI Jakarta.

Biaya pemulangan jenazah dari Hong Kong ke Jakarta diperkirakan mencapai Rp102 juta, belum termasuk biaya administrasi di kargo Jakarta serta pemberangkatan jenazah ke Sukoharjo.

Awalnya, keluarga almarhum berencana datang ke Jakarta untuk mengurus kepulangan jenazah, namun rencana tersebut terhambat akibat kecelakaan saat mengurus dokumen.

Baca Juga: Samsung Galaxy A34 5G: Hadirkan Performa Tangguh MediaTek Dimensity 1080 dengan Layar Super AMOLED

Pemulangan jenazah PMI bukanlah hal baru bagi Uya Kuya dan Astrid Kuya. Sebulan sebelumnya, mereka juga membantu kepulangan jenazah seorang PMI dari Taiwan yang meninggal akibat sakit.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka aktif dalam perlindungan pekerja migran, termasuk membantu pemulangan PMI yang sakit, lumpuh, hingga mengalami gangguan jiwa.

Selain itu, Uya Kuya bersama Yuni juga mengadvokasi puluhan PMI yang menjadi korban penipuan Love Scammer di Hong Kong dan Taiwan.

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X