Terkait Laporan KPK, Kepala BGN Beri Respon Soal Anggaran MBG Menjadi Rp8.000

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Senin, 10 Maret 2025 | 06:30 WIB
Suasana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan bersama para siswa (Dok. Kemenkes)
Suasana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan bersama para siswa (Dok. Kemenkes)

MEDIA24.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendeteksi adanya potensi kecurangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Lembaga antirasuah ini menerima laporan dari KPK terkait pemotongan harga makanan program MBG yang seharusnya bernilai Rp10.000 per porsi, tetapi hanya diterima senilai Rp8.000.

"Kami sudah menerima laporan adanya pengurangan makanan yang seharusnya diterima senilai Rp10.000, tetapi yang diterima hanya Rp8.000. Ini harus jadi perhatian karena berimbas pada kualitas makanan," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 7 Maret 2025.

Baca Juga: Ketahuan Berbuat Curang, Mentan Amran Minta Tiga Perusahaan Minyakita Segera Disegel

Setyo mengungkapkan bahwa kecurangan tersebut bukan terjadi di tingkat pusat, melainkan di daerah.

"Yang menjadi kekhawatiran, karena posisi anggaran di pusat, jangan sampai begitu sampai di daerah seperti es batu (yang mencair)," ucapnya.

KPK menekankan pentingnya transparansi anggaran dalam program ini.

Setyo menyarankan agar pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng pihak independen untuk mengawasi penggunaan dana tersebut.

"Harapannya transparan dan melibatkan masyarakat, bisa dari NGO independen untuk pengawasan penggunaan anggaran, dan tentu saja memanfaatkan teknologi," tambahnya.

Baca Juga: Bahas Hak Cipta Lagu, Fadli Zon Berencana Kumpulkan Musisi Indonesia

Selain pemotongan harga, KPK juga menyoroti dugaan kecurangan dalam penentuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut KPK, ada indikasi perlakuan khusus dalam pemilihan penyedia layanan gizi.

“Berita sumir beredar soal ada yang mendapat perlakuan khusus dalam penentuan SPPG atau pihak-pihak yang menjadi dapur, termasuk pembangunan fisiknya dan bahan bakunya. Ini tentu menjadi perhatian untuk bisa ditertibkan,” ujar Setyo.

Setyo juga menyoroti distribusi susu yang tidak merata di berbagai daerah. Hal ini dinilai berpotensi menghambat tujuan utama program MBG dalam meningkatkan gizi anak-anak sekolah.

Baca Juga: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Sealion 7: Mobil Listrik SUV dengan Interior Mewah Kencang dan Nyaman Buat Road Trip

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X