MEDIA24.ID, JAKARTA - Seperti yang telah diketahui bahwa pemerintah membuat Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritasnya.
Target penerima manfaat MBG ini adalah anak sekolah, balita, dan ibu hamil-menyusui.
Di bawah pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), MBG dibiayai APBN 2025 sebanyak Rp71 triliun untuk 17,9 juta penerima manfaat.
Baca Juga: Toyota Kijang Super 2025 Mobil Legendaris Kembali Hadir, Simak Harga dan Spesifikasi Lengkapnya
Namun, Presiden Prabowo meminta percepatan penerima manfaat hingga 82,9 juta di tahun 2025, sehingga BGN meminta tambahan Rp100 triliun.
Dengan percepatan tersebut, anggaran BGN untuk MBG akan mencapai total Rp171 triliun.
Meski memiliki anggaran yang tak sedikit, BGN juga yakin bahwa program ini akan membantu dalam perekonomian daerah di Indonesia.
Dalam pelaksanaan MBG, BGN memerlukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga 30 ribu di seluruh Indonesia.
Berdirinya SPPG tersebut, menurut BGN juga akan bermanfaat dalam penyerapan tenaga kerja dan perekonomian.
“Membuat perputaran ekonomi setiap tempat di mana satuan pelayanan itu ada, yang tadi membuka lapangan pekerjaan, membuka peluang untuk membeli bahan pertanian di desa-desa,” kata Deputi BGN, Tigor Pangaribuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu, 10 Mei 2025.
“Kemudian juga membuat para pelaku pertanian itu menjadi semangat,” imbuhnya.
Baca Juga: Hukum Berkurban secara Patungan dalam Islam, Begini Penjelasannya
Artikel Terkait
Pemerintah Dorong Industri dalam Negeri, Luhut Tegaskan Larang Penggunaan Tempat Makan Impor untuk MBG
Viral! Menteri PPN Sebut MBG Lebih Mendesak Daripada Lapangan Pekerjaan, Warganet Respon Ini
Disoroti Pemimpin Dunia, Ini Tantangan dan Percepatan Program MBG
Terkait Laporan Pangkas Anggaran Porsi Makan Diklaim Mitra MBG Kalibata, Yayasan MBN Berikan Klasifikasi
Dugaan Keracunan MBG, Dinkes Bogor Diminta Periksa Sampel Makanan